KPK Periksa 3 Saksi dalam Perkara Suap Eks Sekretaris MA Nurhadi

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Nurhadi diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi kasus dugaan menerima suap sebesar Rp 46 miliar.  TEMPO/Imam Sukamto

    Tersangka mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi, seusai menjalani pemeriksaan, di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2020. Nurhadi diperiksa sebagai tersangka dalam tindak pidana korupsi kasus dugaan menerima suap sebesar Rp 46 miliar. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa tiga saksi dalam kasus suap dan gratifikasi yang menjerat mantan Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. Ketiganya ialah Tejo Waluyo, anggota satuan pengamanan, dan dua wiraswastawan, Andi Darma serta Ferdy Ardian.

    Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan Tejo akan diperiksa sebagai saksi untuk Nurhadi. Sedangkan, Andi dan Ferdy diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal Hiendra Soenjoto. “Diperiksa dalam kaitannya sebagai saksi,” kata Ali, Jumat, 26 Juni 2020.

    KPK menetapkan Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono sebagai tersangka suap dan gratifikasi pengaturan perkara di MA. Keduanya disangka menerima sejumlah Rp 46 miliar dari Hiendra. Uang diduga diberikan sebagai imbalan pengurusan perkara perdata antara PT Multicon dengan PT Kawasan Berikat Nusantara, sengketa saham di PT Multicon, dan gratifikasi terkait dengan sejumlah perkara di MA.

    Ali sebelumnya mengatakan KPK tengah menyelidiki dugaan tindak pidana pencucian uang oleh Nurhadi. Penyidik memeriksa sejumlah saksi mengenai aset-aset yang dimiiki oleh Nurhadi, dan istrinya Tin Zuraida.

    “Bila ditemukan setidaknya dua alat bukti, KPK tentu akan menetapkan tersangka tindak pidana pencucian uang dalam kasus itu,” kata Ali.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.