Dewas KPK Kumpulkan Bukti soal Helikopter yang Dinaiki Firli

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Satu dari tiga foto menunjukkan kegiatan Ketua KPK, Firli Bahuri, menumpangi helikopter berkode PK-JTO, turut dilampirkan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia yang dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020. Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia kembali mengadukan Ketua KPK, Firli Bahuri, ke Dewas KPK terkait pelanggaran kode etik karena bergaya hidup mewah dengan naik helikopteruntuk kepentingan pribadi. TEMPO/Imam Sukamto

    Satu dari tiga foto menunjukkan kegiatan Ketua KPK, Firli Bahuri, menumpangi helikopter berkode PK-JTO, turut dilampirkan Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia yang dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta, Kamis, 25 Juni 2020. Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia kembali mengadukan Ketua KPK, Firli Bahuri, ke Dewas KPK terkait pelanggaran kode etik karena bergaya hidup mewah dengan naik helikopteruntuk kepentingan pribadi. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta -Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi atau  Dewas KPK tengah memproses laporan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Ketua KPK Firli Bahuri. Dewas akan mengumpulkan bukti dan mengklarifikasi tuduhan itu kepada Firli. "Prosesnya mengumpulkan bukti-bukti, antara lain dengan melakukan klarifikasi," kata Anggota Dewas KPK Albertina Ho lewat pesan singkat, Kamis, 25 Juni 2020.

    Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris mengatakan tindak lanjut penanganan laporan ini sesuai dengan Pasal 37B ayat (1) huruf d Undang-Undang KPK. Ia mengatakan Dewas akan mempelajari dan mengumpulkan fakta untuk dua aduan tersebut.

    Sebelumnya, Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) melaporkan Firli mengenai kegiatannya saat berkunjung ke Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan pada Sabtu, 20 Juni 2020. MAKI menyebut Firli mengunjungi daerah itu untuk berziarah ke makam orang tuanya.

    Dalam kegiatan itu, MAKI menduga Firli melanggar protokol kesehatan, dengan tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak aman ketika berinteraksi dengan anak-anak sekitar. Selain itu, MAKI menuding Firli melanggar kode etik karena menggunakan helikopter untuk menuju Baturaja. Koordinator MAKI Boyamin Saiman menilai tindakan itu melangar kode etik pimpinan soal larangan bergaya hidup mewah.

    ADVERTISEMENT

    Firli menyangkal melanggar protokol kesehatan Covid-19. Dia bilang menggunakan masker jenis EA Mask dan masker hidung ketika berinteraksi dengan anak-anak. Namun, ia belum merespon terkait penggunaan helikopter.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.