KPK Periksa Agus Martowardojo soal Penganggaran Proyek E-KTP

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menerima karangan bunga dari wartawan usai memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di kantor pusat BI, Jakarta, 17 Mei 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menerima karangan bunga dari wartawan usai memberikan keterangan pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) di kantor pusat BI, Jakarta, 17 Mei 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta-Komisi Pemberantasan Korupsi memeriksa mantan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam kasus korupsi E-KTP, Kamis, 25 Juni 2020. Ia diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Direktur Utama PT Sandipala Arthaputra Paulus Thanos dan kawan-kawan. "(Diperiksa) terkait kasus E-KTP," kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK Ali Fikri, Kamis, 25 Juni 2020.

    Seusai diperiksa, Agus Marto mengatakan dia dimintai keterangan terkait dengan proses penganggaran proyek itu. Dia mengatakan ditanyai seputar peran Kemenkeu dalam me-review anggaran yang diajukan oleh Kementerian Dalam Negeri.

    "Saya dimintai keterangan terkait dengan proses anggran yang dilakukan Kemendagri dan hubungannya dengan Kemenkeu dengan DPR Komisi 2, dan kita jelaskan kurang lebih yang ditanyakan sama yang lalu," kata dia.

    Paulus Tannos adalah satu dari empat tersangka baru kasus korupsi E-KTP. KPK menyangka Paulus Tannos bersama pihak terkait mengatur perusahaan pemenang lelang proyek E-KTP. Dia diduga mengatur fee sebesar 5 persen sekaligus skema pembagian beban fee kepada beberapa anggota DPR dan pejabat Kemendagri.

    ADVERTISEMENT

    Perusahaan milik Paulus Tannos diduga ikut diperkaya oleh proyek E-KTP sebanyak, Rp 145,85 miliar. Tannos kini bermukim di Singapura. Empat tersangka baru selain Paulus Tannos adalah anggota DPR Miryam S. Haryani, Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Elektronik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Husni Fahmi, serta Direktur Utama Perum Percetakan Negara/Ketua Konsorsium Percetakan Negara RI Isnu Edhi Wijaya. Setelah KPK melakukan pengembangan, mereka ditetapkan menjadi tersangka baru kasus korupsi E-KTP.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.