Benderanya Dibakar, Fraksi PDIP Keluarkan Instruksi

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Pacul Wuryanto ditemui di kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019. TEMPO/Putri.

    Ketua Bidang Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Pacul Wuryanto ditemui di kantor PDIP, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 11 Desember 2019. TEMPO/Putri.

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat merilis surat edaran menyusul pembakaran bendera partai banteng itu yang terjadi pada Rabu, 24 Juni 2020. Surat edaran dari Ketua dan Sekretaris Fraksi PDIP DPR, Utut Adianto dan Bambang 'Pacul' Wuryanto itu ditujukan kepada seluruh pimpinan dan anggota fraksi.

    "Benar, fraksi mengeluarkan surat edaran tersebut," kata Bambang Pacul ketika dikonfirmasi, Kamis, 25 Juni 2020.

    Bambang mengatakan surat edaran ini dikeluarkan kemarin sore setelah demonstrasi penolakan Rancangan Undang-undang Haluan Pancasila di depan gedung parlemen. "Ini soal kehormatan partai," kata Bambang.

    Dalam surat edaran yang dibuka dengan salam 'merdeka' itu, Utut dan Bambang mengatakan para demonstran dalam aksi telah secara nyata membakar bendera partai mereka. Memaknai bendera sebagai lambang kehormatan, Utut dan Bambang menyebut insiden itu tantangan secara terbuka bagi seluruh jajaran kader partai.

    ADVERTISEMENT

    "Sebagai sebuah organisasi, sebagai sebuah barisan, sebagai sebuah slagorde, kami bukan hanya tersinggung, kami marah besar!" begitu bunyi paragraf kedua surat edaran.

    Meski begitu, Utut dan Bambang menyatakan seluruh kader PDIP harus sadar bahwa mereka tak bisa berbuat orang per orang. Mereka harus menunggu komando dari pimpinan partai.

    "Sebagai saran sementara, siapkan barisan di level masing-masing! Begitu ada aba-aba kita bergerak serentak! Salam juang!" demikian kalimat penutup surat edaran.

    Sebelumnya, beredar video yang menggambarkan suasana demonstrasi penolakan RUU HIP di depan Kompleks MPR/DPR pada Rabu, 24 Juni 2020. Dalam video tersebut, terlihat sejumlah demonstran membakar dua bendera, yaitu bendera berlogo palu arit dan bendera PDI Perjuangan.

    Aksi itu digelar oleh jaringan Front Pembela Islam dan Persaudaraan Alumni (PA) 212. Ketua Media Center Persaudaraan Alumni 212 Novel Bamukmin membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut dia, pembakaran itu didasari kemarahan demonstran terhadap PDI Perjuangan yang diduga menginisiasi RUU HIP.

    Novel mengatakan para demonstran memprotes isi dari RUU HIP yang dianggap dapat mengubah nilai-nilai pancasila, khususnya sila pertama soal Ketuhanan Yang Maha Esa. Namun, Novel tak mengetahui dari unsur mana oknum demonstran yang melakukan pembakaran. “Saya gak tahu mereka dari mana saja tapi sikap mereka jelas,” ucap Novel.

    BUDIARTI UTAMI PUTRI | STEFANUS PRAMONO | ADAM PRIREZA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.