Jokowi Minta Jatim Tekan Penambahan Kasus Covid-19 dalam 2 Pekan

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meninjau pelaksanaan penanggulangan Covid-19 di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Juni 2020. Dalam kesempatan itu, Jokowi meminta agar Jawa Timur dapat menekan angka kenaikan jumlah kasus positif di sana dalam waktu dua pekan.

    "Saya minta dalam waktu dua minggu ini pengendaliannya betul-betul kita lakukan bersama-sama dan terintegrasi dari semua unit organisasi yang kita miliki di sini," kata Jokowi saat memberi arahan, sebagaimana keterangan tertulis Biro Pers Istana, Kamis, 25 Juni 2020.

    Ia menegaskan bahwa seluruh unsur mulai dari Gugus Tugas, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, rumah sakit, hingga ke desa, harus ikut ambil bagian dalam menanggulangi virus ini. Jokowi mengatakan manajemen krisis perlu dilakukan semua pihak.

    Karena itu, Jokowi mengatakan juga telah meminta Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, untuk ikut serta dalam penanggulangan di Jawa Timur. Di Jakarta, Pangkogabwilhan I dinilai cukup efektif dalam perannya membantu penanganan Covid-19.

    "Untuk membantu secara penuh, terutama dalam mensinergikan menangani langsung rumah sakit darurat dan mensinergikan dengan rumah sakit-rumah sakit rujukan," kata Jokowi.

    Nantinya, dengan hal ini pasien akan dipilah antara yang berat dan yang ringan. Penempatannya di rumah sakit juga akan dipisah sehingga pasien tidak menumpuk di satu rumah sakit, sementara yang lain masih kosong.

    Jokowi mengingatkan agar semua masyarakat memiliki sebuah perasaan yang sama, bahwa kita ini saat ini sedang mengalami krisis kesehatan dan sekaligus ekonomi.

    "Perasaannya harus sama. Jangan sampai ada yang masih memiliki perasaan kita normal-normal saja. Berbahaya sekali dan ini tidak dialami oleh negara kita Indonesia, tetapi 215 negara mengalami hal yang sama," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.