Jubir Gugus Tugas Bicara Sebab NTT Jadi Zona Rendah Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung antre untuk mencuci tangan saat berada di halaman salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang, NTT, Selasa, 9 Juni 2020. Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Kupang kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam rangka menyambut tatanan new normal di daerah itu. ANTARA/Kornelis Kaha

    Pengunjung antre untuk mencuci tangan saat berada di halaman salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kupang, NTT, Selasa, 9 Juni 2020. Sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Kupang kembali dibuka dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19 dalam rangka menyambut tatanan new normal di daerah itu. ANTARA/Kornelis Kaha

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 NTT, Jelamu Ardu Marius, mengungkapkan penyebab wilayah NTT masuk dalam zona rendah penyebaran Covid-19.

    “Sejak ditemukan kasus tertular virus corona di Depok, kan Bapak Gubernur dan kami semua sudah antisipasi,” kata Marinus dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Kamis, 25 Juni 2020.

    Setelah pembentukan Gugus Tugas Percerpatan Penanganan Covid-19 NTT pada Maret lalu, Gubernur NTT Viktor Laiskodat turut melarang perjalanan keluar daerah bagi aparatur sipil negara. Padahal, saat itu belum ada satu pun kasus positif di sana.

    Kasus positif Covid-19 di NTT baru pertama kali ditemukan pada akhir April 2020. Marinus mengatakan, penularannya terjadi karena ada warga yang baru melakukan perjalanan dari Jakarta dan Surabaya. “Dia secara aktif memeriksa diri di Kupang. Setelah di-swab, itu lah pertama kali ditemukan kasus,” ujarnya.

    Setelah itu, penyebaran Covid-19 melalui transmisi lokal pun mulai terjadi. Sampai Rabu malam kemarin, Marinus mengatakan ada 112 orang yang positif Covid-19, dengan 77 orang telah sembuh, 34 orang masih dirawat, dan 1 orang meninggal.

    Selama lima hari belakangan ini NTT melaporkan nihil penambahan kasus positif Covid-19. “Penanganan begitu bagus, sehingga hampir 80 persen sembuh.”


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sepak Terjang Artidjo Alkostar Si Algojo Koruptor

    Artidjo Alkostar, bekas hakim agung yang selalu memperberat hukuman para koruptor, meninggal dunia pada Ahad 28 Februari 2021. Bagaimana kiprahnya?