Jokowi Tunjukkan Data Sains Kebijakan New Normal Wabah Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan keterangan setelah berolahraga bersama ketiga kepala staf TNI di area Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 14 Juni 2020.  Setelah kurang lebih 30 menit berolahraga pagi, Jokowi bersama para Kepala Staf TNI kembali ke Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor untuk berbincang di serambi Istana. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    Presiden Joko Widodo memberikan keterangan setelah berolahraga bersama ketiga kepala staf TNI di area Kebun Raya Bogor, Jawa Barat, Ahad, 14 Juni 2020. Setelah kurang lebih 30 menit berolahraga pagi, Jokowi bersama para Kepala Staf TNI kembali ke Gedung Induk Istana Kepresidenan Bogor untuk berbincang di serambi Istana. Foto: Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Jokowi menyatakan bahwa kebijakan Pemerintah menerapkan adaptasi kebiasaan baru menuju masyarakat produktif dan aman Covid-19 (new normal) berbasis data saintifik.

    "Setiap kebijakan-keijakan yang kami lakukan selalu berdasarkan pada data sains. Selalu juga meminta saran kepada para ahli. Metodenya akan dijelaskan Prof. Wiku Adisasmito," ujar Jokowi di Istana Negara, Jakarta, hari ini, Rabu, 24 Juni 2020.

    Menurut Presiden Jokowi, berdasarkan data yang disampaikan Wiku itulah pemerintah memutuskan kebijakan-kebijakan dan mengukur kesiapan daerah menuju new normal pandemi Covid-19.

    Giliran Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito angkat bicara.

    Dia menjelaskan bahwa Pemerintah menerapkan kebijakan new normal berdasarkan peta zonasi, kapasitas sarana dan prasarana, serta fasilitas kesehatan dan alat-alat kesehatan.

    Wiku pun menyebut hasilnya semuanya memadai untuk penerapan new normal.

    Menurut dia, berdasarkan peta zonasi Covid-19 pada 31 Mei-21 Juni 2020 terlihat semula dari 46,7 persen daerah berisiko rendah dan hijau turun menjadi 44 persen dan naik terus 52 persen hingga sekarang 58,3 persen.

    "Jadi, relatif hampir 60 persen daerah di Indonesia kondisinya, risikonya, rendah dan hijau. Untuk itu, beberapa sektor yang aman sudah mulai dibuka," ujar Wiku.

    Begitu pula dengan pelayanan dan jumlah rumah sakit. Wiku menjelaskan pelayanan meningkat drastis dalam waktu tiga bulan, dari 250 menjadi 1.687 rumah sakit di antaranya 800 rumah sakit rujukan nasional dan provinsi.

    Kemampuan laboratorium uji di Indonesia juga meningkat drastis. Dari satu laboratorium rujukan menjadi 220.

    Total kemampuan tes awalnya di bawah 1.000 per hari tapi sekarang sudah mendekati 20 ribu per hari.

    Wiku mengatakan alat-alat kesehatan, seperti alat pelindung diri (APD) dan ventilator, sudah diproduksi di dalam negeri sehingga tidak bergantung pada impor.

    "Kami juga melakukan prakondisi, timing, prioritas, koordinasi pusat daerah, dan evaluasi monitoring bersama pusat dengan daerah menjelang aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.