Risma: Ada 1 yang Positif, 1 Pasar atau Mal Saya Tutup

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berdesakan tanpa menerapkan aturan jaga jarak saat membeli daging di pasar daging di kawasan Pegirian, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 21 Mei 2020.  Akumulasi kasus positif di provinsi itu kini 2.998 kasus. ANTARA/Didik Suhartono

    Warga berdesakan tanpa menerapkan aturan jaga jarak saat membeli daging di pasar daging di kawasan Pegirian, Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 21 Mei 2020. Akumulasi kasus positif di provinsi itu kini 2.998 kasus. ANTARA/Didik Suhartono

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini atau Risma menerapkan aturan ketat di pasar tradisional. Hal tersebut guna menekan laju penyebaran Covid-19. Aturan tersebut mengatur cara berjualan dan cara membayar.

    "Kami gunakan alat seperti ini (nampan) untuk taruh uang. Lalu di depan kios ada sekat plastik pemisah," ujar Risma melalui konferensi pers daring BNPB pada Selasa, 23 Juni 2020.

    Selain itu, pembeli tidak diperbolehkan memegang sayuran atau barang dagangan. Warga hanya boleh menunjuk atau memberikan catatan belanja mereka kepada pedagang.

    Tak hanya itu, Risma juga mengatur alur keluar masuk warga. "Jadi dibuat satu arah, tidak berpapasan," ucap dia.

    Lebih Lanjut, Risma menyebut jika pengelola pasar membentuk satuan tugas secara inisiatif untuk mengawasi. Sebab, ia mengancam akan menutup pasar jika ada satu orang, baik pedagang maupun warga, yang memiliki gejala atau sampai terkonfirmasi positif Covid-19.

    "Begitu ada positif satu, maka saya tutup semua. Begitu juga di mal, sampai bisa kami cabut izinnya," kata Risma.

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga 22 Juni 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur mencapai 9.857 kasus. Dari angka itu, 2.855 pasien sembuh dan 728 pasie meninggal.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.