Bantuan Sembako Pemkab Pasangkayu Mulai Disalurkan

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bantuan Sembako Pemkab Pasangkayu untuk masyarakat terdampak Covid-19 mulai disalurkan oleh Bupati Agus Ambo Djiwa, Sekkab Firman, serta unsur pimpinan Forkopimda, Senin 22 Juni.

    Bantuan Sembako Pemkab Pasangkayu untuk masyarakat terdampak Covid-19 mulai disalurkan oleh Bupati Agus Ambo Djiwa, Sekkab Firman, serta unsur pimpinan Forkopimda, Senin 22 Juni.

    INFO NASIONAL — Bantuan sembako dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasangkayu untuk masyarakat terdampak Covid-19 mulai disalurkan. Bantuan disalurkan secara simbolis oleh Bupati Agus Ambo Djiwa, Sekkab Firman, serta unsur pimpinan Forkopimda, Senin, 22 Juni 2020.

    Total sebanyak 10.745 KK yang bakal menerima bantuan itu, mereka tersebar di 12 kecamatan yang ada di Pasangkayu. Bantuan sembako yang diberikan berupa beras 10 kilogram, terigu 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, teh celup 2 kotak, dan gula pasir 2 kilogram.

    Penyaluran bantuan akan dilakukan secara bertahap. Untuk hari pertama, bantuan disalurkan ke wilayah kecamatan Sarjo dan Bambaira. Kemudian berturut-turut hari berikutnya, masing-masing dua kecamatan per hari.

    Bupati Agus menyampaikan, penyaluran bantuan sedianya dilakukan pada bulan Mei lalu (sebelum Lebaran Idul fitri) namun urung dilakukan karena proses validasi data yang cukup lama.

    ”Prosedurnya memakan waktu cukup lama, karena data di verifikasi oleh BPKP. Untuk mengantisipasi data ganda. Nanti data sudah dipastikan tidak bermasalah baru bantuan bisa kami salurkan,” tutur bupati dua periode itu.

    Meski jumlahnya tak seberapa, Bupati Agus berharap bantuan tersebut bisa dimanfaatkan sebaik mungkin oleh masyarakat penerima bantuan. ”Penyaluran bantuan akan dikawal secara ketat oleh aparat. Sehingga jika ada masalah di lapangan bisa diadukan kemudian kami akan cari solusinya. Kalau masih data ganda pasti akan dibatalkan, begitupun jika ada penerima yang dinilai tidak layak menerima, maka juga bisa dibatalkan,” katanya.

    Terhadap adanya temuan masalah di lapangan terkait penyaluran bantuan ini, ia berharap masyarakat melakukan pengaduan kepada yang berwenang, tidak malah membuat kegaduhan dan kericuhan.

    ”Semua elemen masyarakat mesti mengawasi penyaluran bantuan itu, kemudian diadukan dan diklarifikasi secara baik kepada yang berwenang jika ada masalah,” ujar Agus.

    Terakhir, Agus berpesan agar semua masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, meski Kabupaten Pasangkayu telah dinyatakan zona hijau. "Sebab, belum diketahui pasti kapan masa pandemi ini akan berakhir," ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.