Kemendikbud Sebut Gandeng Netflix demi Kebhinekaan Global

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Dok. kemdikbud.go.id)

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim. (Dok. kemdikbud.go.id)

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kemendikbud Hilmar Farid menjelaskan kerja sama penayangan film dokumenter Netflix di TVRI untuk memberikan pengetahuan sains global kepada para siswa.

    "Untuk kebhinekaan global. Programnya fokus kepada planet bumi dan science documentary," kata Hilmar dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR hari ini, 22 Juni 2020, di Gedung DPR, Jakarta.

    Hilmar mengatakan kerja sama dengan penyedia layanan streaming itu sudah dimulai sejak Januari 2020. Khususnya mengenai peningkatan kapasitas seperti dalam penulisan naskah dan produksi film di rumah-rumah produksi.

    Menurut Hilmar, kerja sama semacam ini juga belum pernah terjadi di Netflix. Kemendikbud tak mengeluarkan sepeser pun dana APBN untuk menayangkan film dokumenter yang hak siarnya bisa seharga jutaan dolar.

    Beberapa film dokumenter Netflix yang tayang di Program Belajar dari Rumah (BDR) yang tayang di TVRI ialah Our Planet, Street Food Asia, Tidying Up with Marie Kondo, Spelling the Dream, Chasing Coral, dan Night on Earth.

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menambahkan, konten lokal masih mendominasi Program BDR di TVRI. Ia sebelumnya memaparkan kebhinekaan global merupakan salah satu karakter belajar Pancasila untuk membentuk SDM unggul di masa depan.

    "Bertujuan untuk kebhinekaan global, terutama untuk planet kita dan pengetahuan global science," ujar Nadiem dalam kesempatan yang sama.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.