Jejak Jenderal Polisi Pembela Terdakwa Penyiraman Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapolres metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Rudy Heriyanto menunjukan tersangka Ali Mahmudin (45) pemilik Wedding Organizer `Wawai Bride` di Polres Jakarta Barat, 25 Mei 2015. Wawai Bride dietahui telah menipu sejumlah pasangan pengantin yang ingin memakai jasanya. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    Kapolres metro Jakarta Barat, Komisaris Besar Rudy Heriyanto menunjukan tersangka Ali Mahmudin (45) pemilik Wedding Organizer `Wawai Bride` di Polres Jakarta Barat, 25 Mei 2015. Wawai Bride dietahui telah menipu sejumlah pasangan pengantin yang ingin memakai jasanya. TEMPO/Marifka Wahyu Hidayat

    TEMPO.Co, Jakarta - Direktur LBH Jakarta Arif Maulana yang juga anggota tim pembela penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan mengungkapkan, salah satu anggota tim kuasa hukum terdakwa penyerangan terhadap kliennya adalah penyidik kepolisian yang bertugas mengungkap kasus Novel.

    Arif mengatakan, kuasa hukum para terdakwa merupakan jenderal polisi. Adapun terdakwa, Abdul Kadir Maulette dan Ronny Bugis, merupakan polisi berpangkat Bripka atau brigadir kepala. Jenderal yang dimaksud Arif adalah Inspektur Jenderal Rudy Heriyanto Adi Nugroho.

    Rudy kini Kepala Divisi Hukum Polri. Saat penyerangan terjadi, pada April 2017, Rudy adalah Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, yang menangani penyelidikan kasus tersebut. Selama dia menjabat, tim kasus itu tak pernah mengungkap pelaku penyiraman terhadap Novel.

     Proses penanganan kasus Novel, kata Arif, sejak awal memang kuat konflik kepentingan. Pertama kali hal tersebut nampak saat motor yang dipakai pelaku untuk membuntuti Novel sebelum kejadian penyerangan, merupakan milik personil polisi.

    Selain itu, satu bulan sebelum diserang, Novel mendapat informasi dirinya akan diserang dari Kapolda Metro Jaya. “Memang dari awal ada dugaan orang kuat yang ada di balik penanganan kasus ini,” ujar Arif dalam telekonferensi, Ahad, 21 Juni 2020.

    Novel disiram air keras oleh dua orang seusai melaksanakan salat Subuh di dekat rumahnya, Kelapa Gading, Jakarta Utara pada 11 April 2017.

    Hampir tiga tahun kasus ini tidak terungkap, sampai salah satu orang yang diduga terlibat dalam penyerangan itu, Ronny Bugis, anggota Brigade Mobil menyerahkan diri pada akhir 2019. Penyerahan diri itu diikuti dengan penangkapan Rahmat Kadir Mahulete, Anggota Brigade Mobil.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ini Daftar TNI-Polri yang Pernah Menjabat sebagai Plt Gubernur

    Penunjukan anggota TNI-Polri menjadi Plt Gubernur sudah sempat terjadi beberapa kali. Penunjukan itu diputuskan oleh Mendagri saat itu, Tjahjo Kumolo.