Muhammadiyah: Tak Perlu Potong Hewan Kurban, Dana untuk Covid-19

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. TEMPO/Iqbal Lubis

    Ilustrasi pemeriksaan hewan kurban. TEMPO/Iqbal Lubis

    TEMPO.CO, Jakarta -  Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah memfatwakan tidak perlu diselenggarakan penyembelihan hewan kurban saat Hari Raya Idul Adha pada masa pandemi Covid-19.

    Umat yang mampu berkurban diminta mengutamakan penanggulangan dampak ekonomi wabah Covid-19.

    “Dana hewan kurban dialihkan untuk keperluan membantu pencegahan dan penanggulangan dampak Covid-19," demikian draf edaran Muhammadiyah tentang tuntunan ibadah puasa Arafah, Idul Adha, dan kurban pada masa pandemi Covid-19 yang diperoleh Tempo hari ini, Ahad, 21 Juni 2020.

    Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah Dadang Kahmad mengizinkan Tempo mengutip isi draf tersebut.

    Draf edaran juga menyebutkan, “Bagi mereka yang mampu membantu penanggulangan dampak Covid-19 senilai kurban, sekaligus mampu berkurban, maka dapat melakukan keduanya.”

    ADVERTISEMENT

    Bagi yang mampu berkurban sekaligus membantu penanggulangan dampak Covid-19, dapat dilakukan alternatif dengan urutan skala prioritas sebagai berikut:

    1. Dana kurban diserahkan kepada Lazismu (Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah)
    Dana ditasarufkan ke banyak tempat, antara lain baik ke daerah yang tertinggal, terpencil atau untuk program daging kurban dijadikan kornet (kemasan kaleng), maupun dikirim ke luar negeri.

    2. Penyembelihan hewan kurban dilakukan di Rumah Potong Hewan (RPH)
    Penyembelihan dapat dilakukan oleh panitia kegiatan kurban tapi harus ada pengaturan dan pembatasan yang ketat, baik jumlah panitia yang terlibat maupun jumlah hewan kurbannya.

    Kemudian pengaturan atau pembagian waktu penyembelihan tidak sekaligus, dan pembagian tempat pelaksanaan di beberapa lokasi  sesuai protokol kesehatan yang berlaku.

    Penyembelihan pun dapat dilakukan di rumah masing-masing oleh pekurban, khususnya untuk kambing atau domba.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Greysia / Apriyani, Dipasangkan pada 2017 hingga Juara Olimpade Tokyo 2020

    Greysia / Apriyani berhasil jadi pasangan pertama di ganda putri Indonesia yang merebut medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 pada cabang bulu tangkis.