Kontingen Garuda TNI di Kongo Bikin 112 Milisi Menyerahkan Diri

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan inspeksi barisan saat upacara pelepasan Kontingen Garuda TNI di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat 31 Agustus 2018. Sebanyak 850 personel Satuan Tugas RDB Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo dan 120 personel Satuan Tugas MTF Kontingen Garuda XXVIII-K Lebanon akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Republik Kongo dan Lebanon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi melakukan inspeksi barisan saat upacara pelepasan Kontingen Garuda TNI di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat 31 Agustus 2018. Sebanyak 850 personel Satuan Tugas RDB Kontingen Garuda XXXIX-A Kongo dan 120 personel Satuan Tugas MTF Kontingen Garuda XXVIII-K Lebanon akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB di Republik Kongo dan Lebanon. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas TNI Kontingen Garuda XXXIX-B Rapid Deployable Battalion (RDB) berhasil membuat ratusan milisi Perci Aigle pimpinan Daniel Kikudji Lean bertekuk lutut. Sebanyak 112 milisi menyerahkan diri.

    Satgas TNI RDB tersebut bertugas dalam Misi Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Stabilisasi di Republik Demokratik Kongo (MONUSCO).

    Petugas juga menyita 2 pucuk senjata jenis AK-47, 2 buah magazen, 17 busur panah, 24 anak panah, 3 kapak, dan berbagai senjata tajam lainnya.

    "Senjata-senjata sitaan telah diserahkan kepada staf DDR/RR untuk diproses sesuai dengan ketentuan PBB," kata Komandan Satgas RDB MONUSCO Kolonel Infanteri Daniel Lumbanraja dalam keterangan tertulis dikutip dari laman resmi TNI hari ini, Ahad, 21 Juni 2020.

    ADVERTISEMENT

    Menurut Daniel peristiwa tersebut berlangsung ketika berpatroli di Desa Milunda Ilunga, Provinsi Tanganyika, Republik Demokratik Kongo, pada Kamis, 18 Juni 2020.

    Dia menjelaskan bahwa 112 eks kombatan Perci Aigle menyerahkan diri karena seringnya intensitas patroli dan kegiatan Civil and Military Coordination (Cimic).

    Berbagai kegiatan Cimic yang digelar di antaranya pelayanan kesehatan gratis, psikologi lapangan, perpustakaan mini, dan sosialisasi penanganan dan pencegahan Covid-19 kepada masyarakat Kongo.

    Selama patroli, Daniel meneruskan, pasukan melakukan komunikasi dan pendekatan secara intensif kepada milisi Perci Aigle, kepala desa, dan masyarakat setempat. Dialog dengan para eks milisi juga dihadiri perwakilan Angkatan Bersenjata Republik Kongo (FARDC) serta staf Disarmament Demobilization Repatriation Reintegration and Resettelement (DDR/RR).

    "Akhirnya eks mlisi sepakat untuk menyerahkan diri," ujar Daniel.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.