IDI Kota Surabaya Pantau Dokter PPDS yang Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi dokter. shutterstock.com

    Ilustrasi dokter. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Surabaya memantau kondisi para dokter peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soetomo. "Saat ini IDI Surabaya menggandeng UNAIR dan RSUD Dr. Soetomo melakukan survei kepada PPDS untuk optimalisasi layanan Covid-19, untuk perbaikan," kata Ketua IDI Kota Surabaya Brahmana, saat dihubungi Tempo, Sabtu, 20 Juni 2020.

    IDI Kota Surabaya juga menyalurkan donasi-donasi dari masyarakat Surabaya untuk para dokter peserta PPDS di RSUD Dr. Soetomo. "Kami berkoordinasi dengan FK Unair sebagai pemilik PPDS dan RS. Dr. Soetomo sebagai tempat kerja."

    Brahmana mendengar kabar para peserta PPDS sempat mengeluhkan alat pelindung diri yang disediakan di rumah sakit dianggap kurang layak. Namun menurut dia, tidak ada laporan resmi yang masuk ke pihaknya. "Kami mendengar. Laporan resmi tidak ada. Kami pro aktif melakukan survei untuk mitigasi."

    Sebanyak 22 dokter residen peserta PPDS Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga terjangkit Covid-19. Satu orang meninggal.

    Menurut Brahmana, ada beberapa dokter yang harus dirawat secara intensif. “Banyak pula yang dinyatakan sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.