BNPB Sebut Jaga Jarak Covid-19 Mudah Diucapkan Tapi ...

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah penumpang mengantre dengan menerapkan social distancing saat menunggu bus Transjakarta di halte Kalideres, Jakarta, 16 April 2020. Pemprov DKI Jakarta membatasi jumlah penumpang dan jam operasional angkutan umum dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penyebaran COVID-19. TEMPO/Fajar Januarta

    Sejumlah penumpang mengantre dengan menerapkan social distancing saat menunggu bus Transjakarta di halte Kalideres, Jakarta, 16 April 2020. Pemprov DKI Jakarta membatasi jumlah penumpang dan jam operasional angkutan umum dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk pencegahan penyebaran COVID-19. TEMPO/Fajar Januarta

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni Monardo, mengakui implementasi jaga jarak tidak semudah yang diucapkan.

    “Jaga jarak mudah diucapkan, tapi masih sulit untuk dilakukan,” kata Doni dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 19 Juni 2020.

    Doni mengatakan jaga jarak fisik atau physical distancing merupakan anjuran dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

    Meski sudah sering disebarluaskan melalui berbagai media, Doni menilai hal itu masih sulit dilakukan.

    ADVERTISEMENT

    Padahal, kata Doni, sikap displin menjadi kunci dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona.

    “Tiga kunci utama dalam memutus kunci penanganan COVID-19 adalah disiplin, disiplin dan disiplin," kata dia. 

    Menurut Tim Pakar Gugus Tugas Nasional, hingga hari ini belum ada ahli atau pakar yang dapat mengukur dan memastikan kapan pandemi COVID-19 akan berakhir.

    Namun, hal itu bukan berarti publik menyerah. “Tetapi kita harus beradaptasi. Bagaimana kita tetap melakukan aktivitas, tapi tidak terpapar Covid-19," kata dia. 

    FRISKI RIANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PPKM Darurat vs PPKM Level 4: Beda Istilah Sama Rasa

    Instruksi Mendagri bahwa PPKM Level 4 adalah pemberlakukan pembatasan kegiatan di Jawa dan Bali yang disesuaikan dengan level situasi pandemi.