Dokter Meninggal, Susul Ortu dan Adik yang Wafat Positif Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang dokter gigi mengenakan APD sebelum memeriksa pasiennya di salah satu klinik di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 15 Mei 2020. Penggunaan APD tersebut untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA/Zabur Karuru

    Seorang dokter gigi mengenakan APD sebelum memeriksa pasiennya di salah satu klinik di Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 15 Mei 2020. Penggunaan APD tersebut untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. ANTARA/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka kembali datang menyelimuti para tenaga medis. Seorang dokter yang bekerja di Puskesmas Socah, Bangkalan, Madura, Anang Eka Kurniawan meninggal pada Jumat, 19 Juni 2020. 

    "Meninggal di rumahnya di Surabaya," kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jawa Timur, Sutrisno, kepada Tempo, Jumat, 19 Juni 2020.

    Anang adalah kakak dari Denny Dwi Yunarto, dokter yang bekerja di Puskesmas Tambelangan, Sampang, Madura, yang meninggal pada Senin, 15 Juni lalu. Sutrisno mengatakan Denny meninggal dalam status terkonfirmasi positif Covid-19.

    Ayah almarhum, perawat senior di Kabupaten Sampang, terlebih dulu meninggal sekitar sepekan lalu dan terkonfirmasi positif Covid-19. Selang sehari kemudian, ibunda Denny yang seorang bidang juga meninggal dan terkonfirmasi positif Covid-19.

    Meski begitu, Sutrisno menyatakan belum dapat memastikan apakah Anang juga positif Covid-19. Dia hanya mendengar informasi bahwa rapid test Anang non-reaktif. Akan tetapi Anang belum pernah dites swab PCR.

    "Riwayat medisnya tidak terang, informasi yang saya terima tidak kontak dengan rumah sakit, sakitnya tidak dirawat begitu," kata Sutrisno.

    Sutrisno mengatakan setidaknya sudah ada delapan anggota IDI Jawa Timur yang meninggal. IDI Jatim juga mencatat ada 64 dokter yang terkonfirmasi positif Covid-19. 

    Menurut Sutrisno, tenaga medis di Jawa Timur, khususnya Surabaya Raya dan Madura kewalahan akibat jumlah pasien Covid-19 yang kelewat banyak. "Itu yang membuat tenaga kesehatan bebannya bertambah berat," kata spesialis obstetri dan ginekologi ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.