Fachrul Razi: 1.400 Pesantren di Jawa Timur Tidak Tutup

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah santri dan santriwati melakukan pawai saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019.Kegiatan pawai ini untuk menyambut Hari Santri Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Sejumlah santri dan santriwati melakukan pawai saat Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta, Ahad, 13 Oktober 2019.Kegiatan pawai ini untuk menyambut Hari Santri Nasional 2019 yang jatuh pada tanggal 22 Oktober. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama Fachrul Razi membenarkan bahwa sejumlah pesantren dan pendidikan keagamaan tetap menyelenggarakan pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19.

    Fachrul bahkan mengatakan pesantren yang tak pernah tutup itu berjumlah cukup banyak.

    "Di Jawa Timur aja ada 1.400-an pesantren yang tidak tutup," kata Fachrul Razi dalam konferensi pers di Komisi VIII DPR apda Kamis malam, 18 Juni 2020.

    Fachrul menjelaskan bahwa Kementerian Agama membagi pesantren menjadi tiga kelompok.

    ADVERTISEMENT

    Selain pesantren yang tak pernah tutup, ada pula pesantren yang tutup dan memulangkan semua santrinya tetapi kini bersiap membuka kembali dan pesantren yang memulangkan santri dan masih menunggu hingga wabah Covid-19 reda.

    Menag Fachrul Razi menerangkan pesantren yang terus beroperasi akan dicek kesehatan dan dibantu apabila fasilitasnya belum memenuhi syarat untuk menerapkan protokol Covid-19.

    Bagi pesantren yang tutup dan bersiap membuka kembali diminta memastikan benar-benar steril dari Covid-19 dan memenuhi syarat fasilitas.

    Para santri yang ingin datang kembali ke pesantren pun harus sehat dan menerapkan protokol kesehatan selama perjalanan.

    "Dan bagi (pesantren) yang belum buka kembali, kami minta betul pengelola menyiapkan pelajaran daring bagi santri dari rumah masing-masing."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Medali Indonesia di Olimpiade Tokyo 2020, Ada Greysia / Apriyani

    Indonesia berhasil menyabet 5 medali di Olimpiade Tokyo 2020. Greysia / Apriyani merebut medali emas pertama, sekaligus terakhir, untuk Merah Putih.