Politikus NasDem: Humor Gus Dur adalah Nasihat untuk Polisi

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga membantu petugas Kepolisian menyingkirkan pembatas untuk membuka ruas jalan Kawasan Braga, Bandung, Jawa Barat, Senin 1 Juni 2020. Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung kembali membuka 19 titik ruas jalan protokol yang semula ditutup dan disekat saat masa pandemi COVID-19 seiring dengan aturan PSBB Proporsional yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandung. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    Warga membantu petugas Kepolisian menyingkirkan pembatas untuk membuka ruas jalan Kawasan Braga, Bandung, Jawa Barat, Senin 1 Juni 2020. Satuan Lalu Lintas Polrestabes Bandung kembali membuka 19 titik ruas jalan protokol yang semula ditutup dan disekat saat masa pandemi COVID-19 seiring dengan aturan PSBB Proporsional yang diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandung. ANTARA FOTO/Novrian Arbi

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR Partai NasDem Ahmad Sahroni menilai kutipan Presiden Ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, terkait Kepolisian merupakan nasihat bagi institusi.

    "Menurut saya, kutipan ini adalah pengingat sekaligus nasihat abadi bagi kepolisian. Ini adalah pengingat untuk para Polisi agar tetap bekerja sesuai koridor, amanah, dan lurus," kata Sahroni di Jakarta, Kamis, 18 Juni 2020.

    Sahroni mengatakan pernyataan tersebut wajar jika digunakan di masyarakat selama bukan digunakan untuk menyudutkan institusi Kepolisian.

    "Wajar saja ya, karena tujuannya untuk mengingatkan, bukan dipelintir untuk menyudutkan institusi kepolisian. Jadi kita juga harus sama-sama fair, publik mengingatkan, polisi juga bisa menerima kritikan," ujarnya.

    Namun menurut dia, apabila ada indikasi adu domba, maka pihak yang berwajib juga berhak mengambil tindakan yang diperlukan.

    Dia mengatakan kalau tujuannya untuk mengingatkan Polri maka tidak masalah karena Kepolisian harus bisa lebih berhati-hati dalam menanggapi candaan maupun kritikan dari masyarakat.

    Sebelumnya, polisi memanggil Ismail Ahmad, seorang warga di Maluku Utara karena mengunggah humor Gus Dur yang menyindir terkait polisi jujur di Indonesia menyebabkan polemik di masyarakat.

    Dalam statusnya di media sosial Ismail mengutip lelucon yang pernah disampaikan Gus Dur tentang polisi jujur. yaitu "Hanya ada tiga polisi jujur di Indonesia: Patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng".


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.