Uji Coba Vaksin Covid-19 Mulai Menunjukkan Perkembangan

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    Ilustrasi vaksin COVID-19 atau virus corona. REUTERS/Dado Ruvic

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa sejumlah penelitian pencarian vaksin  mulai menunjukan progres. Dari uji coba vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh Kalbe Farma dengan pemerintah Korea Selatan, sudah selesai menjalani tes uji klinis fase pertama pada 11 Juni 2020 lalu.

    "Indonesia akan ambil bagian dalam percobaan fase dua, yang rencananya kan dilaksanakan pada Agustus," ujar Wiku dalam press briefing, Kamis, 18 Juni 2020.

    Wiku menuturkan fase dua penelitian ini akan dilaksanakan di Indonesia. Penelitian, kata dia, tak hanya mencari vaksin saja, namun juga berusaha memperkaya khasanah ilmiah untuk memahami sifat penyakit ini. Agar selain dapat mempercepat penemuan vaksin, juga dapat membantu meningkatkan perkembangan pengobatannya.

    Selain kerjasama Kalbe Farma dengan pemerintah Korea Selatan, progres pencarian vaksin juga muncul di penelitian yang dilakukan Bio Farma dengan perusahaan Cina, Sinovac Biotech Ltd. Menurut Wiku, vaksin yang dikembangkan mereka sudah melewati fase pertama uji coba.

    Adapun fase kedua, yakni tes imunologi sedang berjalan. "Hasilnya diharapkan keluar akhir Juni. Fase ketiga ditargetkan pada Juli. Targetnya bisa produksi akhir 2020," kata Wiku.

    Wiku mengatakan pilihan Bio Farma untuk bekerjasama dengan Sinovac bukan hanya didasari perusahaan biofarmasi itu sudah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Tapi juga mereka berkomitmen membangun kerjasama dalam transfer teknologi pembuatan vaksinnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.