Suparman Komisi Yudisial Harus Tegur Hakim Kasus Novel Baswedan

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suparman Marzuki. TEMPO/Seto Wardhana

    Suparman Marzuki. TEMPO/Seto Wardhana

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki menyatakan terkejut dengan penjelasan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan bahwa hakim terkesan menyimpulkan wajah Novel disiram air aki, bukan air keras.

    “Saya tadi terkejut ketika Mas Novel mengatakan sempat ditanya hakim bagaimana ketika saudara disiram air aki,” kata dia dalam diskusi daring Pusat Kajian Antikorupsi UGM hari ini, Rabu, 17 Juni 2020.

    Dari pengakuan Novel Baswedan itu, Suparman menilai hakim telah melontarkan pertanyaan yang bersifat menjerat. Ketua KY 2013-2015 ini menilai pertanyaan tersebut terkesan mengarahkan dan menyimpulkan.

    “Itu sudah unfair trial."

    ADVERTISEMENT

    Suparman melanjutkan, KY seharusnya bisa memanggil hakim tersebut atau setidaknya menegurnya.

    Sebelumnya, dalam diskusi yang sama, Novel menceritakan pengalamannya saat bersaksi di sidang kasus penyiraman air keras.

    Saat bersaksi pada 30 April 2020, Novel mengatakan hakim sempat menanyakan efek penyiraman air aki ke wajahnya.

    Novel Baswedan mengatakan keberatan dengan pernyataan hakim. Dia mengatakan punya bukti bahwa cairan yang disiramkan ialah air keras. Tapi hakim langsung menegurnya.

    Hakim mengatakan Novel harus punya bukti untuk menyebutkan bahwa cairan yang disiram adalah air keras. Novel balik memprotes bahwa justru hakim yang buru-buru menyimpulkan cairan itu air aki.

    Menurut Suparman banyak kejanggalan dalam sidang kasus Novel Baswedan. Ia mengatakan ada indikasi persidangan tersebut hanya dilakukan untuk menghentikan tekanan publik terhadap ketidakjelasan penuntasan kasus Novel.

    Dia lantas mengatakan tak berharap banyak pada majelis Hakim yang menyidangkan perkara ini.

    Menurut Suparman Marzuki, hakim memang bisa mengabaikan tuntutan jaksa yang hanya satu tahun penjara lalu menghukum terdakwa lebih berat.

    Akan tetapi, dia menyatakan, hakim perkara Novel Baswedan terkesan tidak aktif mengejar fakta material kasus ini. Selain itu, belum pernah ada preseden hakim menggunakan kewenangannya tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti Istilah Kebijakan Pemerintah Atasi Covid-19, dari PSBB sampai PPKM

    Simak sejumlah istilah kebijakan penanganan pandemi Covid-19, mulai dari PSBB hingga PPKM, yang diciptakan pemerintah sejak 20 April 2020.