Eks Ketua KY Menilai Persidangan Kasus Novel Didesain untuk Gagal

Reporter:
Editor:

Kukuh S. Wibowo

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Ketua Komisi Yudisial (KY) Suparman Marzuki. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta -Mantan Ketua Komisi Yudisial atau KY Suparman Marzuki menilai sidang kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan memang didesain untuk gagal. Dia mengutip ungkapan itu dari ucapan David Cohen, seorang profesor hukum dari Universitas Stanford, mengenai sidang kasus pelanggaran HAM di Tanjung Priok dan pelanggaran HAM Timor Timur.

    “Saya membayangkan pengadilan ini akan berujung seperti sidang kasus pelanggaran HAM Tanjung Priok dan pelanggaran HAM di Timor Timur yang oleh David Cohen disebut sebagai pengadilan yang disiapkan untuk gagal,” kata Marzuki dalam diskusi daring Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Rabu, 17 Juni 2020.

    Ketua Komisi Yudisial periode 2013-2015 ini juga punya pandangan sendiri mengenai persidangan kasus Novel. Menurut dia, persidangan kasus penyiraman air keras terhadap Novel ini hanya dilakukan untuk mengakhiri desakan publik.

    Menurutnya, semua analisis yang telah dikemukakan Novel Baswedan maupun tim advokasi, mengenai bukti dan saksi yang tidak dihadirkan menunjukkan tidak ada keseriusan untuk mengungkap perkara ini. “Ada kesan kuat bahwa persidangan ini bukan persidangan sesungguhnya untuk mengadili pelaku,” ujar dia.

    ADVERTISEMENT

    Suparman tak berharap banyak pada majelis hakim kasus Novel. Menurut dia, hakim memang bisa saja mengabaikan tuntutan jaksa yang hanya satu tahun, lalu menghukum terdakwa lebih berat. Namun, menurut dia, hakim perkara ini terkesan tidak aktif mengejar fakta sebenarnya dari kasus ini. Selain itu, belum pernah ada preseden hakim menggunakan kewenangannya tersebut.

    Suparman mengaku sangat jengkel dengan persidangan kasus penyiraman air keras ini. Ia menilai pemerintah tidak mau dan tidak mampu untuk benar-benar mengungkap kasus ini. “Semoga kita diberi umur panjang, agar ketika kekuasaan ini berakhir, kita catat dan kita tagih di masa depan,” ujar dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.