Politikus Gerindra Minta Buka Sekolah di Zona Hijau Ditunda

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi belajar online. Shutterstock.com

    Ilustrasi belajar online. Shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota DPR Komisi X asal Partai Gerindra Ali Zamroni menilai panduan pembelajaran selama wabah Covid-19 di zona hijau perlu ditinjau kembali.

    "Sebaiknya dilakukan penundaan kegiatan belajar mengajar di sekolah apabila saat ini hanya ada 6 persen saja sekolah yang berada di zona hijau," kata Ali dalam keterangan tertulis, Rabu 17 Juni 2020.

    Menurut Ali dari panduan pembelajaran tatap muka dari Kemendikbud hanya untuk zona hijau Covid-19 yang hanya 6 persen dari yotal jumlah kabupaten/kota atau sekitar 85 kabupaten/kota. Sedangkan sekitar 94 persen sisanya masih harus belajar dari rumah.

    Ali menilai kebijakan tersebut akan membuat masyarakat gusar dan bertanya mengenai jaminan keamanan jangka panjang bagi siswa dan guru dalam pembelajaran tatap muka.

    Ali pun berpendapat masih banyak yang harus diatur secara rinci apabila pembelajaran tatap muka akan dilakukan, di antaranya koordinasi dan sosialisasi Kemendikbud kepada pemerintah daerah di zona hijau.

    "Apakah sudah maksimal? Jangan sampai kebijakan itu membuat situasi panik atas ketidaksiapan orang tua murid."

    Dia meminta 94 persen kabupaten/kota di zona kuning, oranye, dan merah harus juga diperhatikan. Penundaan pembelajaran tatap muka untuk semua wilayah juga dengan catatan Kemendikbud harus mengkaji sistem pembelajaran daring yang sudah berjalan selama ini.

    "Jika memang belum siap sebaiknya ditunda sampai akhir 2020," ucap Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten 2014-2019 tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.