Hakim Vonis Mahasiswa Papua 10 Bulan Penjara

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Massa melakukan aksi damai dengan tagar PapuanLivesMatter di depan kantor Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Tujuh mahasiswa Papua tersebut  dituntut hukuman berat di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, atas tuduhan makar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Massa melakukan aksi damai dengan tagar PapuanLivesMatter di depan kantor Mahkamah Agung, Jakarta, Senin, 15 Juni 2020. Tujuh mahasiswa Papua tersebut dituntut hukuman berat di Pengadilan Negeri Balikpapan, Kalimantan Timur, atas tuduhan makar. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Mahasiswa Papua asal Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Irwanus Uropmabin didakwa bersalah melakukan tindak pidana makar. Majelis hakim memutuskan Irwanus dihukum 10 bulan penjara.

    "Menyatakan terdakwa Irwanus Uropmabin telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana makar secara bersama-sama. Dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut oleh pidana penjara selama 10 bulan," kata Hakim Ketua, di Pengadilan Negeri Balikpapan yang ditayangkan daring, Rabu 17 Juni 2020.

    Hakim menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh Irwanus dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

    Sebelumnya pada persidangan 5 Juni 2020 lalu, jaksa penuntut umum menuntut Irwanus 5 tahun penjara. Adapun rekan-rekannya sesama mahasiswa, Ferry Kombo, 10 tahun penjara; Alex Gobay, 10 tahun penjara; dan Hengky Hilapok, 5 tahun penjara.

    ADVERTISEMENT

    Mereka ditangkap karena diduga mengkoordinir aksi demonstrasi pada Agustus 2019 lalu yang bertujuan menentang aksi rasisme di Surabaya.

    Selain para mahasiswa juga ditangkap Wakil Ketua II Badan Legislatif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Buchtar Tabuni, yang kemudian dituntut 17 tahun penjara; Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Steven Itlay, 15 tahun penjara; dan Ketua Umum KNPB Agus Kossay, 15 tahun penjara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Perjalanan Ganda Putri Indonesia Masuk Semifinal Olimpiade Pertama dalam Sejarah

    Pasangan ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu, lolos ke semifinal badminton di Olimpiade 2020. Prestasi itu jadi tonggak olahraga Indonesia.