Dukung Transparansi, BRG Kembangkan Aplikasi Verifikasi Infrastruktur Pembasahan Gambut

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • BRG Memfasilitasi Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG)

    BRG Memfasilitasi Pembangunan Infrastruktur Pembasahan Gambut (IPG)

    INFO NASIONAL  Pembangunan infrastruktur pembasahan gambut (IPG) adalah salah satu kegiatan restorasi ekosistem gambut yang difasilitasi dan dikoordinasikan oleh Badan Restorasi Gambut (BRG) berupa sekat kanal, sumur bor, dan timbun kanal. Selain penting dalam upaya pemulihan ekosistem gambut, IPG juga berperan untuk pencegahan kebakaran.

    Selama periode 2017-2019, BRG telah memfasilitasi pembangunan ribuan IPG yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat, pihak ketiga dan para mitra. Untuk itu, perlu adanya verifikasi untuk memeriksa apakah spesifikasinya telah sesuai dengan standar yang ditetapkan dan berfungsi dengan baik.

    Awalnya, verifikasi untuk sekat kanal dan sumur bor dilakukan secara manual. Untuk infrastruktur yang dibangun dengan dana APBN, BRG mengandalkan laporan dari surveyor. Sedangkan yang dibangun para mitra, verifikasi didasarkan pada laporan mitra. Namun, verifikasi manual ini ternyata masih dirasa kurang efektif.

    “Yang jadi masalah adalah ketepatan atau akurasi koordinat lokasi pembangunan IPG dan lambatnya data kami terima. Hal ini cukup menghambat proses penyusunan rencana untuk kegiatan pemeliharaan,” ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Kerja Sama BRG, Budi S. Wardhana.

    Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pada tahun 2018, BRG mulai mengembangkan aplikasi pengumpulan data lapangan yang diberi nama SISFO. Aplikasi ini bisa dioperasikan dengan menggunakan telepon seluler pintar. Dengan aplikasi berbasis gawai atau telepon seluler pintar ini, pelaksana verifikasi dapat mengambil data di lapangan sesuai dengan format yang telah distandardisasi.

    Tampilan aplikasi pengumpulan data lapangan SISFO yang dikembangkan BRG.

    Mereka juga mendata koordinat IPG yang sedang diperiksa dan mengunggahnya secara langsung (real time) pada sistem penyimpanan dan pengolahan data. Selain berupa koordinat lokasi, diunggah pula data dan informasi kondisi umum dan teknis dan foto-foto IPG. Semua dikirimkan langsung ke server pusat di BRG, sehingga proses verifikasi menjadi lebih efisien.

    “Kami berharap aplikasi ini dapat menghindari rekayasa data verifikasi. Bagaimanapun, BRG mendukung transparansi termasuk terhadap data dan informasi,” kata Budi.

    Masyarakat juga dapat ikut memantau kondisi IPG yang telah diverifikasi melalui SISFO itu pada Pranata Informasi Restorasi Ekosistem Gambut (PRIMS GAMBUT).

    Dengan menggunakan SISFO, BRG telah memverifikasi 15.525 sekat kanal dan sumur bor yang dibangun dengan dana APBN. Pada tahun ini, BRG berencana melakukan perbaikan pada bangunan yang mengalami kerusakan itu. Verifikasi dengan menggunakan aplikasi SISFO masih terus berjalan, meskipun dalam tiga bulan ini sedikit terhambat karena pandemi Covid-19.

    SISFO yang dikembangkan BRG ini menunjukkan bahwa teknologi jika digunakan dengan benar akan memberikan banyak manfaat dalam mewujudkan tata kelola pembangunan infrastruktur yang baik. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.