Doni Monardo Sebut Okupansi Tempat Tidur RS di Jakarta Menurun

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. Jokowi turut memantau ruang kerja kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang menyimpan peta densitas sebaran kasus virus Corona di Indonesia. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    Presiden Joko Widodo berbincang dengan Ketua Gugus Tugas Nasional COVID-19 Letjen TNI Doni Monardo dan Menko PMK Muhadjir Effendy di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020. Jokowi turut memantau ruang kerja kantor Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang menyimpan peta densitas sebaran kasus virus Corona di Indonesia. ANTARA/POOL/Sigid Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Doni Monardo mengatakan bahwa penanganan pandemi virus Corona terus menunjukkan kemajuan.

    Menurut dia, semakin menurunnya angka okupansi tempat tidur (bed occupancy) di rumah sakit di Jakarta. Data hingga Senin, 15 Juni 2020, bed occupy turun menjadi di bawah 40 persen.

    "Jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit makin sedikit," kata Doni Monardo dalam pidatonya di acara Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) hari ini, Selasa, 16 Juni 2020.

    Doni mengatakan secara keseluruhan, angka kematian akibat Covid-19 juga semakin menurun. Pasien positif yang sembuh pun semakin meningkat.

    Ia mencontohkan di DKI Jakarta, dari total 9.120 pasien Covid-19 sebanyak 4.195 di antaranya sembuh.

    Doni Monardo menilai, kondisi ini tak terlepas dari tugas petugas medis yang tak kenal lelah.

    "Seiring berjalannya waktu, dokter dan petugas medis mulai menemukan cara dan formulasi untuk merawat pasien menjadi lebih baik dan sembuh."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.