Kasus Nurhadi, KPK Sita Tas dan Sepatu Mewah

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi (kiri) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020. Nurhadi yang merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rezky Herbiyono yang merupakan menantunya terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. ANTARA/Nova Wahyudi

    Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp 46 miliar, Nurhadi (kiri) berjalan keluar usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020. Nurhadi yang merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Rezky Herbiyono yang merupakan menantunya terkait suap dan gratifikasi penanganan perkara di MA. ANTARA/Nova Wahyudi

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi menyita tas dan sepatu mewah dalam kasus korupsi bekas Sekretaris Mahkamah Agung Nurhadi. KPK menduga tas dan sepatu itu masih berkaitan dengan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang disangkakan kepada Nurhadi.

    “Penyidik menyita beberapa barang yang diduga ada kaitannya dengan perbuatan tersangka, di antaranya berupa tas dan sepatu,” kata Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 16 Juni 2020.

    Ali tak merinci berapa harga barang-barang yang disita. Ia hanya mengatakan barang-barang tersebut tergolong mahal. “Cukup bernilai ekonomi.”

    Sebelumnya, penyidik KPK juga telah menyita sejumlah barang bukti dalam kasus ini. Di antaranya, kendaraan, uang tunai dan dokumen. Penyitaan dilakukan ketika KPK menangkap Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono di rumah mewah sewaan di kawasan Simprug, Jakarta Selatan pada 1 Juni 2020.

    Nurhadi dan Rezky sempat buron selama beberapa bulan sejak ditetapkan menjadi tersangka. Mereka diduga menerima suap dan gratifikasi senilai Rp 46 miliar sehubungan dengan pengurusan perkara di MA dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal, Hiendra Soenjoto. Hiendra masih buron hingga sekarang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.