Dugaan 'Permintaan Istana' di Balik Dukungan Golkar untuk Gibran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Pasar Burung Depok, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 21 Februari 2020. Gibran mampir ke pasar ini setelah salat Jumat di Masjid Attaqwa Depok Manahan, kemudian mampir ke pedagang kaki lima (PKL) mie ayam untuk makan siang. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    Bakal calon Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, mengunjungi Pasar Burung Depok, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat, 21 Februari 2020. Gibran mampir ke pasar ini setelah salat Jumat di Masjid Attaqwa Depok Manahan, kemudian mampir ke pedagang kaki lima (PKL) mie ayam untuk makan siang. Tempo/Bram Selo Agung Mardika

    TEMPO.CO, Jakarta - DPD Partai Golkar Jawa Tengah membuka pintu untuk mendukung Gibran Rakabuming Raka menjadi Wali Kota Surakarta. Dukungan ini diduga karena adanya permintaan dari Istana.

    Berdasarkan laporan Majalah Tempo bertajuk "Seribu Jurus Putra Sulung", seorang petinggi Partai Golkar mengatakan ada instruksi dari pusat agar pengurus daerah mendukung putra Presiden Jokowi Widodo atau Jokowi itu.

    Menurut dia, instruksi tersebut disebabkan oleh adanya “permintaan Istana” seandainya langkah Gibran terganjal.

    Ketua Pemenangan Pemilu Golkar Jawa Tengah-Yogyakarta Iqbal Wibisono pada November 2019 mengatakan partainya berancang-ancang mencalonkan Gibran. Itu tak hanya karena peluang Gibran menang cukup besar, tapi juga lantaran adanya instruksi dari pengurus pusat partai.

    “Masak, anak Presiden tidak kita bantu?” kata Iqbal menirukan ucapan pengurus pusat partainya itu pada Jumat, 12 Juni Ialu.

    Gibran mula-mula mendaftarkan pencalonannya lewat Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kota Solo. Namun pencalonannya terganjal karena DPC PDIP Solo lebih memilih untuk mendukung Achmad Purnomo dan Teguh Prakosa.

    Menurut Iqbal, seandainya PDIP tak mencalonkan Gibran, Golkar yang hanya memiliki tiga kursi di DPRD Solo itu akan menggandeng Partai Gerakan Indonesia Raya dan Partai Amanat Nasional agar memenuhi syarat mengajukan calon wali kota. Kursi tiga partai itu cukup untuk mengusung pasangan calon.

    Jokowi menyatakan tak akan membantu Gibran ataupun menantunya, Muhammad Bobby Aflf Nasution, yang berminat menjadi calon Wali Kota Medan. Jokowi juga tak akan berkampanye untuk mereka. Dia mengingatkan, posisi kepala daerah merupakan pertarungan yang memungkinkan kalah atau menang. Lagi pula, kata Jokowi pada pertengahan Januari lalu, “Cari partai saja mereka masih kesulitan.”

    Baca berita selengkapnya di Majalah Tempo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.