Kata Gugus Tugas Soal Penambahan Kasus Covid-19 di DKI Melonjak

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi cek poin PSBB/TEMPO/Muhammad Hidayat

    Ilustrasi cek poin PSBB/TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Pakar Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengungkapkan penyebab penambahan kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta naik dalam dua pekan terakhir. “Jumlah kasus DKI memang sudah menurun. Di dua pekan terakhir agak mulai naik tapi bukan karena kasusnya naik,” kata Dewi dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Senin, 15 Juni 2020.

    Dewi mengatakan, penyebabnya karena Dinas Kesehatan DKI melakukan surveillance atau kegiatan pengamatan penyakit di masyarakat, terutama di pasar-pasar. Hasilnya diketahui ada banyak orang tanpa gejala yang terinfeksi Covid-19.

    Menurut pakar epidemiologi ini, jumlah kasus yang terkonfirmasi positif akan lebih banyak jika pengetesan juga lebih masif lagi.

    Pada 8 Juni lalu, DKI mencetak rekor baru penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 234 kasus dalam sehari.

    Jumlah 234 kasus baru positif Covid-19 itu berasal dari 84 kasus yang dilaporkan delapan rumah sakit di Jakarta, 110 kasus dari 20 puskesmas. Selain itu, data penambahan kasus juga disumbang dari dua rumah sakit yang baru melaporkan kasus positif 40 kasus.

    Dalam beberapa hari ini, penambahan kasus di DKI juga di atas 100 orang. Misalnya pada Sabtu, 13 Juni 2020, penambahan kasus positif Covid-19 di Jakarta mencapai 120 orang. Ahad kemarin, ada 115 kasus baru pasien positif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.