Pasien dalam Pengawasan Covid-19, Dua Dokter di Madura Meninggal

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

    TEMPO.CO, Jakarta - Kabar duka kembali datang dari garda terdepan penanganan Covid-19. Dua dokter di Madura, Jawa Timur, meninggal dengan status pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. “Hasil pemeriksaan swabnya belum keluar. Riwayat klinisnya mengarah ke Covid-19," ujar Humas IDI Halik Malik saat dihubungi Tempo, Senin, 15 Juni 2020.

    Kedua dokter yang meninggal ini Deny Dwi Yuniarto dari IDI Cabang Sampang dan Dibyo Hardianto dari IDI Cabang Bangkalan. Deny meninggal hari ini, Senin, 15 Juni 2020, sedangkan Dibyo berpulang kemarin, Ahad, 14 Juni 2020.

    Secara berturut-turut sejak awal Juni ini, delapan dokter yang meninggal. IDI mencatat, hingga hari ini, 37 dokter meninggal dunia selama pandemi Covid-19. Jumlah itu termasuk dokter yang positif covid-19 maupun terindikasi atau masih dalam pengawasan. 

    Sebagian dokter yang meninggal adalah yang bertugas menangani pasien Covid-19. Mereka diduga tertular pasien Covid-19 saat bertugas atau saat melayani pasien umum yang berkunjung. Beberapa kali kasus dokter meninggal juga terjadi lantaran pasien Covid-19 yang tak jujur mengenai riwayat penyakitnya. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.