Penyebab 1000 Kasus Covid-19 Pekan Ini Menurut Epidemiolog UI

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Sumber: Reuters/asiaone.com

    Ilustrasi wabah virus corona (Covid-19) di Iran. Sumber: Reuters/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Pakar Epidemiologi Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono, menilai tingginya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada pekan ini, dikarenakan oleh dua hal. Pertama, lantaran pada dua pekan lalu, masyarakat banyak yang keluar rumah menjelang dan saat Hari Raya Idul Fitri. Hal itu kemudian membuat potensi penularan semakin besar.

    "Kedua, ada surat edaran dari Anies (Gubernur DKI Jakarta) yang memerintahkan Puskesmas untuk meningkatkan contact tracing," ujar Pandu saat dihubungi pada Ahad, 14 Juni 2020. Sehingga, karena memang ada yang terinfeksi dan tracing ditingkatkan, jadi semakin banyak.

    Saat ini, Indonesia tengah melakukan kenormalan baru atau new normal. Menurut Pandu, pelacakan kontak (contact tracing) secara masif yang dilakukan saat new normal bisa mencegah terjadinya lonjakan tinggi saat gelombang kedua nanti.

    "Di saat gelombang kedua nanti pun tracing harus dua kali lipat, supaya cepat identifikasi orang dan dilakukan isolasi, sehingga peningkatan kasus tak besar."

    Pekan ini, lonjakan hingga lebih dari 1000 kasus positif Covid-19 terjadi pada 9-10 dan 12-13 Juni. Kementerian Kesehatan mencatat, 1.042 kasus di 9 Juni. Lalu, 1.241 kasus di 10 Juni. Kemudian, 1.111 kasus di 12 Juni, dan 1.014 kasus di 13 Juni.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Selamat Jalan KPK

    Berbagai upaya melemahkan posisi KPK dinilai tengah dilakukan. Salah satunya, kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilai membuat kinerja KPK jadi turun.