Gugus Tugas Covid-19 Jawa Timur Bicara Penyebab Kenaikan Kasus

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah monitor menampilkan suhu tubuh pengunjung yang memasuki pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2020. Sejumlah aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pemeriksaan suhu tubuh dan jaga jarak diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    Sebuah monitor menampilkan suhu tubuh pengunjung yang memasuki pusat perbelanjaan Tunjungan Plaza, Surabaya, Jawa Timur, Jumat 29 Mei 2020. Sejumlah aturan protokol kesehatan seperti penggunaan masker, pemeriksaan suhu tubuh dan jaga jarak diterapkan di pusat perbelanjaan tersebut seiring memasuki era normal baru di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Zabur Karuru

    TEMPO.CO, Jakarta - Komandan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono menjelaskan penyebab naiknya angka kasus baru di wilayah tersebut. Menurut dia, kenaikan jumlah kasus positif disebabkan oleh semakin gencarnya pemerintah provinsi melakukan pengetesan dan pelacakan atau tracing.

    “Karena tracing-nya masif, maka jumlahnya makin banyak, kalau sedikit ya enggak ketemu,” kata dia saat dihubungi, Sabtu, 13 Juni 2020.

    Dia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan pengetesan dan tracing di tempat-tempat keramaian, seperti pasar dan lokasi orang berkerumun. Di tempat itu, para pengunjung dites. “Jadi ada pasar dimasukkan diambil semua, ada yang berkumpul diambil semua,” kata dia.

    Sekretaris Daerah Jawa Timur ini mengatakan pengetesan dan tracing yang masif dapat dilakukan karena pihaknya mendapatkan banyak bantuan, salah satunya berupa alat rapid test dari Badan Intelijen Negara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan pemerintah pusat.

    Dia mengatakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga sudah membentuk Covid Hunter untuk memperbanyak tracing dan pengetesan. “Ini mungkin satu-satunya provinsi di Indonesia yang melakukan tracing seperti ini,” ujar dia.

    Sebelumnya, data pemerintah menunjukan terjadi peningkatan jumlah kasus baru Covid-19 di Jawa Timur. Selama empat hari terakhir, wilayah Jawa Timur mencatatkan kasus baru terbanyak di Indonesia. Jumlah total kasus positif di pronvis ini per 13 Juni 2020 mencapai 7.597 kasus.


     

     

    Lihat Juga