DPR Tunggu Surat Jokowi tentang RUU Haluan Ideologi Pancasila

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi (di tengah) usai konferensi pers terkait Mukernas IV PPP di kantor DPP PPP Diponegoro pada Rabu, 17 Juli 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    Wakil Sekretaris Jenderal PPP Achmad Baidowi (di tengah) usai konferensi pers terkait Mukernas IV PPP di kantor DPP PPP Diponegoro pada Rabu, 17 Juli 2019. TEMPO/Dewi Nurita

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR, Achmad Baidowi mengatakan, hingga saat ini lembaga legislatif belum mulai membahas Rancangan Undang Undang atau RUU Haluan Ideologi Pancasila. Surat presiden tentang RUU HIP belum turun. "Belum ada surat presiden," ujar politikus PPP ini lewat pesan teks, Sabtu, 13 Juni 2020.

    RUU HIP disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam rapat paripurna yang digelar pada 12 Mei 2020. Sejak itu, pro kontra mengenai RUU ini ramai dibahas. Penolakan juga terus bergulir. Majelis Ulama Indonesia (MUI), misalnya, menyerukan penolakan terhadap RUU HIP sebab tidak mencantumkan TAP MPRS Nomor 25/MPRS/1966 Tahun 1966 tentang Pembubaran PKI.

    Tap yang ditandatangani Jenderal A.H. Nasution itu memuat ketentuan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI) dan PKI sebagai organisasi terlarang, serta larangan menyebarkan paham komunisme, Marxisme, dan Leninisme.

    Fraksi PPP DPR sedang mendorong agar TAP MPRS itu dimasukkan dalam rumusan RUU Haluan Ideologi Pancasila. Semuanya masih akan dibahas lebih lanjut setelah Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengirimkan surat presiden ke DPR.

    "Kalau sekarang kan cuma ramai di dunia maya. Surpres saja belum ada," ujar pria yang akrab disapa Awiek ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.