KPK Tetapkan Eks Dirut PT DI Tersangka Korupsi Proyek Fiktif

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia (DI) Budi Santoso. TEMPO/Arnold Simanjuntak

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menetapkan mantan Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso sebagai tersangka kasus korupsi.

    KPK juga menetapkan mantan Direktur Niaga PT Dirgantara Indonesia Irzal Rinaldi Zailani.

    "Terkait pengadaan dan pemasaran secara fiktif," kata Ketua KPK Firli Bahuri di kantornya, Jakarta, Jumat, 12 Juni 2020.

    Firli mengatakan Budi Santoso dan Irzal disangka telah melakukan proyek fiktif di perusahaannya selama 2007-2017. Dia mengatakan para pejabat PT DI melakukan kerja sama dengan 6 perusahaan mitra untuk melakukan proyek di lingkungan perusahaan pesawat tersebut.

    "Dalam setiap kegiatan, Dirut dan para pihak bekerjasama dengan agen untuk memenuhi kebutuhan terkait operasional perusahaan," kata Firli.

    Firli menyebutkan hingga 2018 PT DI telah melakukan pembayaran sebanyak Rp 330 miliar. Namun, tak ada satupun proyek yang benar-benar dikerjakan. Dari perbuatan itu, KPK menaksir negara rugi lebih dari Rp 330 miliar.

    Firli mengatakan kasus proyek fiktif ini diduga juga melibatkan pihak lain selain, Budi Santoso dan Irzal. Ia mengatakan KPK akan mengembangkan kasus ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.