Kasus Covid-19 Tambah 1.111, Yurianto: Didominasi Jawa Timur

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan pabrik rokok kretek PT Digjaya Mulia Abadi mitra PT HM Sampoerna di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 28 Mei 2020. Penyemprotan tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 menyusul adanya seorang pekerja terkonfirmasi positif di pabrik rokok tersebut. ANTARA/Siswowidodo

    Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di lingkungan pabrik rokok kretek PT Digjaya Mulia Abadi mitra PT HM Sampoerna di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 28 Mei 2020. Penyemprotan tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19 menyusul adanya seorang pekerja terkonfirmasi positif di pabrik rokok tersebut. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan penambahan kasus positif baru Covid-19 sebesar 1.111 orang. Jawa Timur mendominasi penambahan.

    “Didominasi penambahan kasus di Jawa Timur 318 kasus,” kata Yurianto dalam konferensi pers di akun Youtube BNPB, Jumat, 12 Juni 2020.

    Total kasus positif di Jawa Timur kini mencapai 7.421 orang. Yurianto mengatakan, di saat bersamaan, Jawa Timur juga melaporkan penambahan kasus sembuh sebanyak 72 orang.

    Setelah Jawa Timur, DKI juga melaporkan penambahan kasus baru terbanyak dengan 93 orang. Sehingga total kasus positif menjadi 8.740 orang. Meski begitu, penambahan kasus sembuh di DKI ada 120 orang.

    Di Sumatera Utara, ada 88 kasus baru positif Covid-19. Sehingga, jumlah keseluruhan kasus positif mencapai 768 orang dan belum ada laporan sembuh.

    Sulawesi Utara juga melaporkan ada 65 kasus positif baru. Sehingga total mencapai 644 orang dan belum ada laporan sembuh.

    Sedangkan Kalimantan Selatan melaporkan ada 60 kasus positif Covid-19 baru. Sehingga jumlah kasus di sana mencapai 1.694 orang, dan penambahan 15 kasus sembuh.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.