4 Dokter RS Soetomo Surabaya Meninggal, 3 Negatif Covid-19

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis beraktivitas di luar Ruang Isolasi Khusus (RIK) yang merawat pasien WNA asal China di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 27 Januari 2020. Meski hasil pemeriksaan sementara terhadap pasien WNA China yang dirawat di RIK tersebut mengindikasikan bukan akibat terjangkit virus corona, namun tim dokter RSUD dr Soetomo melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan guna meningkatkan kewaspadaan dan kepastian tentang kondisi pasien. ANTARA

    Petugas medis beraktivitas di luar Ruang Isolasi Khusus (RIK) yang merawat pasien WNA asal China di RSUD dr Soetomo, Surabaya, Jawa Timur, Senin, 27 Januari 2020. Meski hasil pemeriksaan sementara terhadap pasien WNA China yang dirawat di RIK tersebut mengindikasikan bukan akibat terjangkit virus corona, namun tim dokter RSUD dr Soetomo melakukan pemeriksaan laboratorium lanjutan guna meningkatkan kewaspadaan dan kepastian tentang kondisi pasien. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia ayau IDI kembali berduka. Dokter spesialis parasitologi RSUD Dr. Soetomo, Machfud, meninggal hari ini, Jumat, 12 Juni 2020.

    “Innalillahi wa innaillaihi rojiun, telah berpulang sahabat kami FKUA 70, dr. Machfud parasitologi,” demikian pesan yang beredar di media sosial.

    Ketua IDI Jawa Timur Sutrisno mengkonfirmasi kabar tersebut. “Benar,” kata Sutrisno kepada Tempo.

    Menurut Sutrisno, total sudah empat dokter RSUD Dr. Soetomo Surabaya yang meninggal. Yaitu Miftah Fawzy, Chief of Residen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, karena positif Covid-19 pada 10 Juni 2020.

    Berikutnya adalah Hantoro Ishardyanto merupakan dokter spesialis bedah onkologi, dan Bendrong Moediarso merupakan dokter spesialis forensik.

    Sutrisno mengatakan, selain dokter Miftah, ketiga dokter yang wafat bukan karena penyakit Covid-19. “Swabnya negatif,” kata dia.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.