BIN Temukan 179 Orang Reaktif saat Tes Cepat Massal di Surabaya

Reporter:
Editor:

Setri Yasra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan pedagang Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/5/2020), menjalani rapid test atau tes cepat COVID-19 menyusul ada salah satu pedagang setempat terkonfirmasi positif COVID-19 dan saat ini sudah meninggal dunia. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

    Puluhan pedagang Pasar Simo dan Pasar Simo Gunung, Kota Surabaya, Jawa Timur, Kamis (7/5/2020), menjalani rapid test atau tes cepat COVID-19 menyusul ada salah satu pedagang setempat terkonfirmasi positif COVID-19 dan saat ini sudah meninggal dunia. (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemkot Surabaya)

    TEMPO.CO, Jakarta -Badan Intelijen Negara (BIN) mengumumkan 179 orang dinyatakan reaktif dari hasil tes cepat massal COVID-19 yang dilakukan di dua titik di Surabaya, yaitu di halaman parkir Plaza Marina dan Gedung Juang 45.

    "Di dua titik itu, totalnya 179 orang reaktif dan ditindaklanjuti dengan tes usap," ujar Head of Medical Intelligence BIN Dr Sri Wulandari di Surabaya, Kamis, 11 Juni 2020..

    Ia menjelaskan rangkaian tes cepat massal merupakan arahan langsung dari Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan guna memutus rantai penyebaran COVID-19, dan saat ini sudah memasuki hari ke-14.

    Untuk tes cepat di lokasi halaman parkir Plaza Marina diikuti  1.128 orang dan totalnya 103 orang hasilnya menunjukan reaktif. "Yang mengikuti tes usap berjumlah 119 orang dengan rincian 103 orang dari tes cepat dan 16 orang merupakan rujukan puskesmas," katanya.

    Sementara di lokasi Gedung Juang 45, sebanyak 907 warga mengikuti dan 76 orang di antaranya berstatus reaktif. "Kemudian tes usap, ditambah 10 orang berdasarkan rujukan dari puskesmas," katanya.

    Sementara itu, BIN masih akan melanjutkan rangkaian tes massal secara maraton di Ibu Kota Provinsi Jawa Timur tersebut hingga 15 Juni 2020. Kegiatan tes cepat massal didukung tenaga medis, analis laboratorium dan tenaga pedukung sebanyak 40 orang dari Jakarta dan dibantu 20 anggota BIN Jatim.

    Selain itu, tim Satgas Lawan COVID-19 BIN membawa langsung Mobil Laboratorium COVID-19, ambulans dan peralatan pendukung lainnya. BIN menyiapkan 1.000-3.000 alat tes cepat beserta dua unit mobil lab untuk PCR atau tes usap setiap harinya. Lembaga intelijen juga turut memberikan bantuan ribuan alat-alat kesehatan, seperti mobile lab tes PCR hingga alat pelindung diri (APD) lengkap untuk tenaga medis.

     

     

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.