Pemerintah Bayar Tagihan Klaim RS Corona Rp 178,1 Miliar

Reporter:
Editor:

Istiqomatul Hayati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas pada Kamis (5/3) berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19. ANTARA/SIGID KURNIAWAN

    Petugas pada Kamis (5/3) berada di samping ambulans yang terparkir di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, salah satu rumah sakit rujukan penanganan pasien COVID-19. ANTARA/SIGID KURNIAWAN

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan telah membayar klaim rumah sakit yang melayani pasien Covid-19 atau RS Corona sejumlah Rp 178,1 miliar. Klaim ini untuk membayar tagihan dari rumah sakit rujukan Covid-19.

    “Sampai 5 Juni 2020 dari  546 RS yang mengajukan klaim, telah dibayarkan 459 RS untuk uang muka senilai Rp. 135,5 miliar dan 230 RS untuk pelunasan senilai Rp 42,6 miliar,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan Oscar Primadi dalam Webinar Bersama Kita Bisa Mengalahkan Pandemi yang diikuti para kepala daerah, anggota DPR, WHO, dan Union, Rabu, 10 Juni 2020.

    Oscar menjelaskan, pemerintah bertekat memenangkan pertempuran melawan pandemi Covid-19. Untuk itu, Kementerian Kesehatan sudah menunjuk 835 rumah sakit rujukan melalui penetapan Keputusan Menteri Kesehatan dan Keputusan Gubernur di seluruh wilayah Indonesia.

    Ia menyatakan, pertarungan melawan musuh tak terlihat kasat mata ini dengan cara menambah kapasitas rumah sakit rujukan. “Saat ini sudah ada 20.148 tempat tidur di ruang isolasi dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan memberikan pelatihan SDM  bagi 132 RS  Rujukan,” ujarnya.

    Pemerintah, kata dia, telah menggunakan anggaran Dana Siap Pakai BNPB untuk memenuhi peralatan kesehatan di RS Vertikal dan RS RS TNI/POLRI yang ditunjuk sebagai RS Rujukan COVID-19. Sedangkan Rumah Sakit Umum Daerah yang dijadikan RS Rujukan COVID-19 mendapatkan kewenangan untuk merevisi anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik tahun 2020 untuk memenuhi kebutuhan di rumah sakit.

    Menurut Oscar, pemerintah sudah membayar klaim rumah sakit yang telah melayani pasien Covid. “Sampai 5 Juni 2020 dari  546 RS yang mengajukan klaim, telah dibayarkan 459 RS untuk uang muka senilai Rp. 135,5 miliar dan 230 RS untuk pelunasan senilai Rp 42,6 miliar,” katanya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Maria Pauline Lumowa, Pembobol Bank BNI Diekstradisi dari Serbia

    Tersangka kasus pembobolan Bank BNI, Maria Pauline Lumowa diekstradisi dari Serbia. Dana Bank BNI senilai Rp 1,7 triliun diduga jadi bancakan proyek.