FPKS: Pemilu Proporsional Terbuka Representasi Rakyat Lebih Kuat

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Pemilu. ANTARA

    Ilustrasi Pemilu. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan partainya mengusulkan sistem pemilu dalam RUU Pemilu tetap menggunakan proporsional terbuka karena selama ini berjalan lebih menjamin demokrasi dan memastikan representasi yang lebih kuat bagi rakyat. "Tidak ada yang ideal, tapi sistem pemilu proporsional terbuka yang selama ini berjalan lebih menjamin demokrasi dan memastikan representasi yang lebih kuat bagi rakyat," kata Jazuli di Jakarta, Kamis, 11 Juni 2020.

    Menurut dia relasi konstituensi antara rakyat dan wakilnya lebih baik karena rakyat dapat memilih langsung siapa yang layak mewakilinya dan memperjuangkan aspirasinya. “Itu semangat yang diperjuangkan sejak reformasi 1998.”

    Fraksi PKS menyadari negativitas sistem pemilu apapun baik terbuka atau tertutup adalah praktik politik uang atau jual beli suara. "Bersama dengan pemberlakuannya perlu ditekankan sistem integritas pemilu dengan aturan politik uang yang semakin ketat, pendidikan dan kampanye antipolitik uang yang semakin kuat serta penegakan hukum yang tegas."

    Anggota Komisi I DPR RI itu mengatakan, pada bagian lain, perlu dibangun sistem dan mekanisme pertanggung jawaban konstituen anggota legislatif terpilih yang semakin terlembaga. Fraksi PKS DPR RI antara lain mewujudkan hal itu melalui program "hari aspirasi rakyat" yaitu rakyat diterima terbuka di kantor DPR dan DPRD seluruh Indonesia.

    Jazuli mengatakan, fraksinya mengusulkan metode konversi suara menjadi Saint Lague Model (SLM) karena yang metode itu yang digunakan dalam Pemilu 2019 ini sudah cukup baik, perhitungan sederhana dan cepat diperoleh hasil sehingga mudah dikontrol semua pihak. “Metode itu lebih berkeadilan atau proporsional dalam mengkonversi suara rakyat menjadi kursi sehingga tidak perlu diubah.

    Mengenai penyederhanaan proses rekapitulasi, bisa dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas elektronik atau "e-rekap". "Dengan demikian lebih memudahkan dan menyingkat waktu bagi petugas pemilu daripada jika rekap manual." Namun dia mengingatkan sistem e-rekap itu harus tetap ditegaskan bahwa keabsahan dan alas sengketa hasil mutlak merujuk pada C1 manual (C1 Plano).


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BUMN Bio Farma Produksi Vaksin Virus Corona 2021, Ada Syaratnya

    Bio Farma memerlukan akan produksi vaksin virus corona awal 2021 bila semua syarat terpenuhi. BUMN itu bekerja sama dengan Sinovac Biotech Ltd.