Ganjar Pranowo Usul KPU Kaji Sistem E-voting untuk Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Endri Kurniawati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak VirusCorona Terhadap Perekonomian Jawa Tengah, Jumat (28/2).

    Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo usai gelar Rapat Koordinasi Penanggulangan Dampak VirusCorona Terhadap Perekonomian Jawa Tengah, Jumat (28/2).

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengusulkan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) mulai mengkaji kemungkinan penerapan sistem e-voting dalam Pilkada 2020. Sistem ini diharapkan bisa mengantisipasi kerumunan di tengah pandemi Covid-19, ketika pemungutan suara nanti.

    "Saya usul, para ahli teknologi menggelar webinar untuk membahas apakah kita sudah bisa dan berani menggunakan e-voting," ujar Ganjar dalam sebuah acara diskusi daring, Kamis, 11 Juni 2020.

    Menurut Ganjar, sistem e-voting ini hanya butuh kepercayaan dari masyarakat. Sedangkan tugas penyelenggara pemilu, memastikan alat yang memadai agar tidak terjadi hacking democracy.

    "Opsi-opsi ini bisa dikaji. Misalnya untuk daerah yang infrastrukturnya sudah memadai, bisa pakai e-voting. Daerah yang belum mampu, bisa pakai kertas dengan protokol kesehatan yang ketat," ujar Ganjar.

    Ketua KPU RI, Arief Budiman mengatakan, sistem e-voting memang lebih efisien. Tapi untuk Pilkada 2020, kata Arief, KPU belum siap untuk e-voting. "Kami tidak mau berandai-andai. Kami tidak siap. Yang kami siapkan baru e-rekap," ujar Arief dalam acara itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Negara-negera yang Sudah Melakukan Vaksinasi Anak di Bawah 12 Tahun

    Di Indonesia, vaksin Covid-19 baru diberikan ke anak usia 12 tahun ke atas. Namun beberapa negara mulai melakukan vaksinasi anak di bawah 12 tahun.