Satgas TPPO Polri Ringkus Agen Penyalur WNI ABK Kapal Cina

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kondisi dua anak buah kapal (ABK) Indonesia yang diduga mengalami penyiksaan di kapal ikan Cina dan melompat ke laut di Selat Malaka, Kepulauan Riau. Senin, 8 Juni 2020. Sumber: istimewa

    Kondisi dua anak buah kapal (ABK) Indonesia yang diduga mengalami penyiksaan di kapal ikan Cina dan melompat ke laut di Selat Malaka, Kepulauan Riau. Senin, 8 Juni 2020. Sumber: istimewa

    TEMPO.CO, Jakarta - Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Badan Reserse Kriminal Polri meringkus pria beinisial SF, agen penyalur anak buah kapal Warga Negara Indonesia atau ABK WNI yang kabur dari Kapal Cina, Fu Li Qing Yuan Yu 901.

    "Iya kami tangkap SF di Cileungsi, Bogor, pada dini hari tadi," ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Ferdy Sambo saat dihubungi hari ini, Kamis, 11 Juni 2020.

    Dua ABK WNI berinisial AJ dan R kabur dari kapal Cina dengan alasan tak tahan dengan penyiksaan yang dialami. Mereka ditemukan di Selat Malaka pada 6 Juni 2020.

    Ferdy menuturkan, SF menjanjikan pekerjaan yang layak kepada AJ dan R. SF mengiming-imingi AJ dan R dengan gaji yang besar. Namun, AJ dan R justru mendapat perlakuan tidak menyenangkan di kapal Cina.

    ADVERTISEMENT

    “Mereka dieksploitasi untuk melakukan pekerjaan kasar,” kata Ferdy.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Makan di Warteg saat PPKM Level 4 dan 3 di Jawa - Bali

    Pemerintah membuat aturan yang terkesan lucu pada penerapan PPKM Level 4 dan 3 soal makan di warteg. Mendagri Tito Karnavian ikut memberikan pendapat.