Ma'ruf Minta Ada Anggaran Persiapan New Normal untuk Pesantren

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah santri tengah beristirahat di dalam masjid pondok pesantren Daarul Qur'an Al Kautsar, di tengah pandemi wabah Virus Corona selama bulan suci Ramadhan, di Bogor, Jawa Barat, 9 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    Sejumlah santri tengah beristirahat di dalam masjid pondok pesantren Daarul Qur'an Al Kautsar, di tengah pandemi wabah Virus Corona selama bulan suci Ramadhan, di Bogor, Jawa Barat, 9 Mei 2020. REUTERS/Willy Kurniawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta kementerian menganggarkan dana dari APBN agar pesantren bisa bersiap masuk ke era new normal.

    "Memang pesantren ini sudah banyak, karena keinginan untuk memulai pendidikannya. Tetapi karena masih dalam suasana Covid-19, maka itu perlu kita lakukan perencanaan yang matang dan penyiapan anggarannya," kata Ma'ruf dalam keterangannya pada ratas virtual dari kediaman wapres di Jakarta, Rabu, 10 Juni 2020.

    Menurut Ma'ruf, pesantren lebih aman daripada sekolah umum untuk dibuka kembali menerapkan kegiatan belajar dan mengajar lewat tatap muka.

    Dengan tinggal di asrama atau pondok, para santri menjadi lebih mudah diawasi dan dikarantina, sehingga potensi penularan Covid-19 menjadi minim.

    "Sebenarnya pendidikan pesantren yang berasrama itu lebih aman COVID-19 dibandingkan dengan pendidikan yang non-asrama, karena yang non-asrama itu kan anaknya bolak-balik ke rumah, (tinggi) risikonya," tuturnya.

    Sementara jika di pesantren, pergerakan para santri untuk keluar pondok bisa diawasi dan dibatasi dengan penerapan aturan ketat sesuai protokol kesehatan.

    Oleh karena itu, Ma'ruf Amin meminta jajaran menteri terkait untuk membuat perencanaan penyiapan pembukaan kembali pesantren di era normal baru. Antara lain dengan menyediakan tes masif bagi para santri sebelum masuk pondok, disinfeksi pondok pesantren, membuat sanitasi memadai dan menyediakan air bersih.

    "Sepanjang kita bisa menyiapkan pencegahan sejak awal, kemudian mereka yang tidak lagi bisa keluar, artinya dikarantina di dalam. Dan juga yang dari luar tidak masuk; itu praktis sebenarnya lebih aman," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.