Ini Poin Nota Pembelaan Benny Tjokro dan 3 Terdakwa Jiwasraya

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat (kanan) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat merupakan tahanan Kejaksaan Agung yang dititipkan penahanannya di KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    Terdakwa Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro dan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat (kanan) meninggalkan gedung KPK seusai menjalani pemeriksaan, di Jakarta, Selasa, 9 Juni 2020. Benny Tjokrosaputro dan Heru Hidayat merupakan tahanan Kejaksaan Agung yang dititipkan penahanannya di KPK. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.CO, Jakarta - Empat terdakwa kasus dugaan korupsi Jiwasraya menjalani sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan. Mereka meminta Majelis Hakim agar membatalkan surat dakwaan. Sebab, mereka menilai jika dakwaan yang diterima tidak jelas dan kabur.

    Berikut rangkuman dari masing-masing nota pembelaan keempat terdakwa:

    1. Benny Tjrokrosaputro

    Saat membacakan nota pembelaannya, Benny Tjokro, merasa banyak hal yang salah dalam surat dakwaan. Salah satunya ihwal penyitaan dan pemblokiran.

    "Ada kesalahan dalam penyitaan aset dan pemblokiran rekening bank milik masyarakat dalam perkara ini, termasuk kesalahan penyitaan aset dan pemblokoran rekening bank dan perusahaan saya oleh Kejaksaan Agung," kata Benny.

    Ia menilai, Kejaksaan Agung tidak hati-hati dan tidak teliti dalam melakukan penyitaan dan pemblokiran rekening-rekening bank dari pihak ketiga. Apalagi, kata dia, salah satu nasabah, yakni PT Wanna Artha Life, tengah menggugat Kejaksaan Agung lantaran kesalahan tersebut.

    Benny menuturkan, dakwaan yang dialamatkan kepadanya terjadi pada 2008-2018, akan tetapi aset dan rekening yang disita adalah kepemilikan sebelum 2008. "Bahkan aset tanah yang saya peroleh pada 1990-an ikut disita Kejaksaan Agung," kata dia.

    Selain persoalan aset, Benny mengklaim telah melunasi utang PT Hanson Internasional kepada Jiwasraya dalam penerbitan surat utang medium term notes 2016. "Ketiga, Jiwasraya sudah rugi sejak 2006, jangan saya yang dikorbankan menanggung kerugian," ucap dia.

    Kemudian, Benny juga melihat adanya kejanggalan dalam hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Terakhir, ia merasa banyak keterangan yang aneh di dalam surat dakwaan, yang merugikannya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.