Gugus Tugas ke Jokowi: Indonesia Sudah Bisa Uji 14 Ribu Spesimen

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Hasibuan (kanan) bersama Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu (kiri) menyaksikan petugas Kemenkes mengoperasikan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan spesimen swab tenggorokan pasien terduga COVID-19 di Laboratorium Rumah Sakit USU Medan, Sumatera Utara, Kamis 16 April 2020. (ANTARA/Septianda Perdana)

    Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Hasibuan (kanan) bersama Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Runtung Sitepu (kiri) menyaksikan petugas Kemenkes mengoperasikan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan spesimen swab tenggorokan pasien terduga COVID-19 di Laboratorium Rumah Sakit USU Medan, Sumatera Utara, Kamis 16 April 2020. (ANTARA/Septianda Perdana)

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Dewan Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Wiku Adisasmito, mengatakan Indonesia sudah mampu menguji 14 ribu spesimen per hari. Hal ini disampaikan saat ia bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

    "Dulunya tes kurang dari 1.000. Sekarang sudah bisa 14.000 meskipun masih naik turun," ujar Wiku saat memberi laporan kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Kantor Pusat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Pusat, Rabu, 10 Juni 2020.

    Ia mengatakan hal ini bisa tercapai karena meningkatkan kinerja lab. Saat ini, tercatat ada 147 laboratorium rujukan untuk memeriksa sampel. Namun sayangnya, Wiku mengatakan lab ini berada di bawah kementerian dan lembaga yang berbeda. Sehingga angka pemeriksaan yang dilakukan masih belum stabil.

    "Ini adalah disrupsi sistem administrasi kelembagaan kita yang perlu ditingkatkan ke depan dalam rangka deteksi penyakit berbahaya," kata Wiku.

    Meski begitu, ia mengatakan untuk saat ini, setidaknya semuanya lab sudah menjadi satu kesatuan data. Sehingga kemampuan Gugus Tugas untuk melihat hasilnya bisa dilakukan secara real time.

    Wiku mengatakan dari total 2.902 rumah sakit, sampai saat ini sudah ada 1.647 rumah sakit yang melaporkan datanya secara real time. Jumlah rumah sakit rujukan juga meningkat terus selama tiga bulan terakhir.

    "Semuanya terhubung dalam satu data kesatuan sehingga terhubung dengan laboratorium dan survailans yang ada," kata Wiku.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Meredakan Sakit Gigi Dengan Bahan Alami

    Rasa nyeri yang menusuk dari sakit gigi sangat menyiksa. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan bahan-bahan alami yang dapat diperoleh dengan mudah.