Kasus Covid-19 Dinamis, Jokowi Minta Semua Pihak Jangan Lengah

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2020 di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat 4 Februari 2020. Rakornas BNPB tersebut mengusung tema

    Presiden Joko Widodo memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana Tahun 2020 di Sentul International Convention Center, Sentul, Bogor, Jawa Barat 4 Februari 2020. Rakornas BNPB tersebut mengusung tema "Penanggulangan Bencana Urusan Bersama". ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan bahwa evaluasi terhadap pelaksanaan tatanan kenormalan baru alias new normal, harus terus dilakukan jika sudah sepenuhnya diterapkan. Ia tak ingin ada gelombang kedua Covid-19 di Indonesia.

    "Evaluasi secara rutin, meski misalnya sebuah daerah kasus baru menurun jangan sampai lengah karena di lapangan masih sangat dinamis," kata Jokowi saat menyambangi Kantor Pusat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), di Graha BNPB Jakarta Timur, Rabu, 10 Juni 2020.

    Ia menegaskan keberhasilan pengendalian Covid sangat ditentukan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan. Gerakan menuju tatanan masyarakat produktif dan aman Covid, harus dilakukan dengan dasar data dan fakta di lapangan. Karena itu keputusan penerapannya harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

    "Perlu saya ingatkan jika dalam perkembangan ditemukan kenaikan kasus baru, maka langsung akan kita lakukan pengetatan atau penutupan kembali," kata Jokowi.

    Saat ini, Jokowi mengatakan, tugas besar pemerintah belum berakhir. Kondisi di lapangan masih sangat dinamis. Meski ada daerah yang kasus barunya turun, tapi daerah dengan yang kasus barunya meningkat juga masih ada.

    "Perlu saya ingkakan jangan sampai terjadi gelombang kedua. Ini yang saya ingatkan kepada kita semua," kata Jokowi.

    Meski begitu, Jokowi mengatakan semua harus optmistis bahwa tantangan yang dihadapi bisa dikendalikan dengan baik. "Dengan harapan bisa diselesaikan dalam waktu sesingkat-singkatnya sehingga kita bisa beraktivitas kembali," kata Jokowi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.