Jubir PKS Usulkan Jaminan Sosial untuk Petugas KPPS hingga KPU

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pemilu. REUTERS

    Ilustrasi pemilu. REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara PKS (Partai Keadilan Sejahtera) Pipin Sopian mengusulkan jaminan sosial bagi penyelenggara pemilu masuk dalam pembahasan RUU Pemilu di DPR.

    “Berkaca dari Pemilu 2019 banyak penyelenggara Pemilu yang sakit dan meninggal dunia,” kata Pipin dalam keterangan tertulisnya hari ini, Selasa, 9 Juni 2020.

    Selama 17 April hingga 7 Mei 2019, KPU mencatat jumlah petugas yang menderita sakit sebanyak 4.310 orang, dan 456 meninggal.

    Jumlah seluruh petugas Pemilu 2019 tercatat 7.286.067 orang. Penyebab petugas meninggal dan sakit karena kelelahan serta kecelakaan.

    Pipin menerangkan jaminan sosial harus tersedia mulai tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS hingga komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Menurut politikus PKS Pipin, jaminan sosial penting untuk melindungi penyelenggara pemilu yang sakit dan meninggal. Bagi penyelenggara pemilu yang sakit, Pipin menyarankan semua biaya pengobatan ditanggung negara.

    “Bagi penyelenggara pemilu yang meninggal dunia, ahli waris mendapat kompensasi uang."

    Dia berpendapat jaminan sosial akan membuat masyarakat tertarik atau tidak jera menjadi penyelenggara pemilu. Maka perlu dipertimbangkan juga sistem pemilu yang lebih sederhana dan efisien.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pilkada 2020 Prioritaskan Keselamatan dan Kesehatan

    Komisi Pemilihan Umum siap menggelar Pemilihan Kepada Daerah Serentak di 9 Desember 2020. KPU prioritaskan keselamatan masyarakat dalam Pilkada 2020.