Kurva Covid-19 Bertambah 1.043 Kasus, Jakarta-Jatim Terbanyak

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan mengambil sampel darah pekerja saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 di sebuah pabrik rokok di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu, 27 Mei 2020. ANTARA/Siswowidodo

    Petugas kesehatan mengambil sampel darah pekerja saat tes diagnostik cepat (rapid test) COVID-19 di sebuah pabrik rokok di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Rabu, 27 Mei 2020. ANTARA/Siswowidodo

    TEMPO.CO, Jakarta - Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, melaporkan penambahan kurva Covid-19 sebanyak 1.043 kasus pada hari ini, Selasa, 9 Juni 2020.

    “Jumlah ini sebenarnya tidak merata di seluruh Indonesia,” kata Yurianto dalam konferensi pers di akun YouTube BNPB pada Selasa, 9 Juni 2020.

    Yurianto mengatakan, sebaran terbanyak penambahan kasus positif ini berada di DKI Jakarta dengan 232 orang. Sehingga total kasus positif DKI menjadi 8.355 kasus. Meski begitu, ada 165 orang dilaporkan telah sembuh per hari ini.

    Sebaran terbanyak kedua adalah Jawa Timur dengan 220 kasus. Sehingga kasus positif kumulatifnya menjadi 6.533 orang.

    Sulawesi Selatan juga melaporkan penambahan kasus yang cukup banyak mencapai 180 orang. Sehingga total kasus di sana menjadi 2.194.

    Kemudian Kalimantan Selatan melaporkan ada 91 kasus positif Covid-19 yang bertambah, sehingga totalnya menjadi 1.438. Sebaran lainnya berada di Sulawesi Utara dengan 41 kasus, sehingga total kasus positif menjadi 551 orang.

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Operasi Ketupat 2021 Demi Menegakkan Larangan Mudik, Berlaku 6 Mei 2021

    Sekitar 166 ribu polisi diterjunkan dalam Operasi Ketupat 2021 untuk menegakkan larangan mudik. Mereka tersebar di lebih dari 300 titik.