Densus 88 Ringkus 2 Teroris Konseptor Serangan Polsek Daha

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Banpol (pembantu polisi) membersihkan lantai Polsek pasca penyerangan di Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan, Selasa, 2 Mei 2020. ANTARA/Bayu Pratama S

    Banpol (pembantu polisi) membersihkan lantai Polsek pasca penyerangan di Polsek Daha Selatan, Kalimantan Selatan, Selasa, 2 Mei 2020. ANTARA/Bayu Pratama S

    TEMPO.CO, Jakarta - Tim Detasemen 88 atau Densus 88 Polri meringkus dua orang terduga teroris, yakni AS dan TA, di Kalimantan Selatan pada 5 Juni 2020.

    Mereka diduga terlibat penyerangan Markas Kepolisian Sektor Daha Selatan, Kalimantan Selatann.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Awi Setiyono mengatakan AS dan TA ikut merencanakan teror tersebut.

    "Mereka termasuk Jamaah Ansharut Daulanh (JAD) Kalimantan Selatan," ujar Awi melalui konferensi pers daring hari ini, Senin, 8 Juni 2020.

    Berdasarkan hasil penyelidikan, AS berperan memberikan ide kepada tim amaliyah JAD untuk melaksanakan teror dengan target kantor polisi dan anggota Polri.

    Pun untuk tindakan tersebut AS ikut dalam perencanaan penyerangan.

    Sementara TA tak hanya membantu merencanakan. Dia juga memberikan uang Rp 500 ribu untuk pembuatan pedang samurai yang kemudian digunakan menyerang Kantor Polsek Daha Selatan.

    Penyerangan tersebut bermula ketika tiga anggota Polsek Daha Selatan, Brigadir Leonardo Latupapua, Brigadir Djoman Sahat Manik Raja, dan Brigadir Dua M Azmi tengah piket malam.

    Ketika itu, Bripda Azmi mendengar keributan di ruang SPKT. Ia pun bergegas ke ruangan tersebut. Dia menemukan Brigadir Leonardo sudah dalam keadaan terluka akibat senjata tajam.

    Bripda Azmi pun meminta bantuan kepada Brigadir Djoman.

    "Keduanya balik ke ruang SPKT, tetapi sampai di sana, mereka malah dikejar oleh AR (Abdul Rahman) dengan pedang," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Kalimantan Selatan Komisaris Besar Mochamad Rifa’i saat dihubungi pada Senin, 1 Juni 2020.

    Kedua polisi itu berlari ke ruangan lain dan mengunci ruangan dari dalam sambil menelepon ke Kantor Polres Hulu Sungai Selatan untuk meminta bantuan.

    "Sampai bantuan datang, pelaku tak mau menyerahkan diri. Akhirnya anggota menembak pelaku. Meninggal di rumah sakit," ucap Rifa'i.

    Dari pelaku lainnya, polisi menemukan sejumlah dokumen tentang ISIS. Olisi juga menemukan barang bukti sepeda motor, dokumen beridentitas ISIS seperti syal dan ID card.

    "Serta selembar surat wasiat bertulis tangan dan Al-Quran kecil yang disimpan di tas pinggang pelaku," kata Rifa'i.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.