Mendagri Bikin Protokol untuk Pasien Covid-19 dalam Pilkada 2020

Reporter:
Editor:

Jobpie Sugiharto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kesehatan Terawan berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    Menteri Kesehatan Terawan berbincang dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian sebelum mengikuti rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa, 25 Februari 2020. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Dalam Negeri atau Mendagri Tito Karnavian memastikan akan memperhatikan hak pilih masyarakat yang positif terkena Covid-19 dalam Pilkada 2020.

    Mendagri menyebut dia akan mengatur alat-alat pelindung bagi petugas dalam pelaksanaan Pilkada 2020.

    "Ada protokol kesehatan yang dilakukan termasuk bagaimana perlakuan terhadap hak pilih yang positif Covid-19, yang dikarantina, dan untuk pemilih umum," kata Tito dalam konferensi pers selepas pertemuan dengan Duta Besar Korea Selatan untuk RI Kim Chang-beom di Kantor Kemendagri, Jakarta, hari ini, Senin, 8 Juni 2020.

    Dia menjelaskan bahwa masker dan sarung tangan akan digunakan oleh pemilih umum dalam Pilkada 2020.

    "Alat protektif, APD digunakan untuk yang positif dan karantina," tuturnya.

    Hari ini Mendagri Tito Karnavian bertemu Kim Chang-beom antara lain untuk berbagi pengalaman Korsel mengadakan pemilu di tengah pandemi Covid-19 pada 15 April 2020.

    Meski Korsel terserang pandemi Covid-19 setelah Cina, Tito melanjutkan, mereka tetap menyelenggarakan pemilu sesuai jadwal. Hasilnya sangat menarik.

    Menurut Mendagri, Pemilu 15 April di Korsel mendapat partisipasi publik tertinggi sejak Pemilu 1962, yakni sebesar 62,2 persen. Sedangkan pemilu sebelumnya tingkat partisipasi publik 58 persen.

    "Itu menarik sekali. Juga berlangsung aman tanpa ada ledakan kasus Covid-19 (setelah pemilu)."


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.