Polisi akan Proses Hukum Pengambil Paksa Jenazah Covid-19

Reporter:
Editor:

Amirullah

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020. Juru Bicara Kasus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia dengan 1.089 orang meninggal dunia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) saat memakamkan jenazah pasien Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Sabtu, 16 Mei 2020. Juru Bicara Kasus Covid-19, Achmad Yurianto mengumumkan update terbaru jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia dengan 1.089 orang meninggal dunia. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan memastikan akan memproses hukum pihak keluarga yang mengambil paksa jenazah pasien dalam pemantauan (PDP) Covid-19. Insiden pengambilan paksa jenazah itu terjadi di Rumah Sakit Stella Maris, Makassar, pada Ahad, 7 Juni 2020.

    "Itu pidana dan akan kami proses," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Komisaris Besar Ibrahim Tompo saat dikonfirmasi pada Senin, 8 Juni 2020.

    Kepolisian mengaku prihatin dengan maraknya pengambilan paksa jenazah pasien Covid-19 oleh pihak keluarga atau kerabat. Sebab, kata Tompo, masyarakat harus diberikan pemahaman akan bahaya penularan Covid-19 meski pasien tersebut sudah meninggal.

    "Karena pemahaman masyarakat akan penyebaran covid ini bisa berdampak penyebaran ke masyarakat yang lain dan seharusnya juga dipahami bahwa prosedur itu untuk melindungi kepentingan bersama masyarakat," ucap Tompo.

    Insiden itu terjadi di RS Stella Maris. Pasien dinyatakan statusnya sebagai pasien PDP Covid-19 pada 7 Juni. Kemudian sekitar pukul 19.45 WITA, pasien tersebut meninggal dunia.

    Keluarga korban lalu tiba dengan jumlah besar ke RS, untuk mengambil jenazah korban. Personel Polri-TNI yang berjaga di lokasi pun sempat menghalau keluarga pasien. Namun, usaha itu gagal lantaran jumlah anggota keluarga korban dengan jumlah anggota Polri-TNI tidak imbang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.