Survei Indikator: Mayoritas Publik Sebut Bansos Tak Tepat Sasaran

Reporter:
Editor:

Syailendra Persada

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas memeriksa paket bansos PSBB COVID-19 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahap II di wilayah Rukun Warga (RW) 09, Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Mei 2020. Paket ini bernilai mencapai Rp. 275.000 menurut situs Corona.jakarta.go.id. TEMPO/Nita Dian

    Petugas memeriksa paket bansos PSBB COVID-19 dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tahap II di wilayah Rukun Warga (RW) 09, Kelurahan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu, 23 Mei 2020. Paket ini bernilai mencapai Rp. 275.000 menurut situs Corona.jakarta.go.id. TEMPO/Nita Dian

    TEMPO.CO, Jakarta - Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan mayoritas publik mengatakan bantuan sosial atau bansos yang diberikan pemerintah bagi warga terdampak Covid-19 tidak tepat sasaran.

    “Sebanyak 60,3 persen masyarakat menyebut bansos tidak tepat sasaran dan 29,7 persen menyebut bansos  tepat sasaran. Sisanya, 10 persen masyarakat tidak tahu atau tidak jawab,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, Ahad, 7 Juni 2020.

    Jika ditelusuri menurut wilayah, kata Burhanuddin, survei menunjukkan warga Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur lebih banyak yang menyebut bansos tidak tepat sasaran.

    Warga Jawa Tengah juga cenderung lebih banyak yang menyebut bansos tidak tepat sasaran.

    Sementara warga DKI Jakarta lebih banyak yang menyebut bahwa pembagian bansos tepat sasaran. “Sebesar 57,6 persen warga DKI menyebut bansos tepat sasaran dan 39,6 persen warga menyebut bansos kurang tepat sasaran,” ujar Burhanuddin.

    Adapun hasil survei terhadap masyarakat Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan wilayah lainnya menunjukkan bansos lebih banyak yang kurang tepat sasaran.

    Survei ini dilakukan pada 16-18 Mei 2020 lalu. Hasil sampel sebanyak 1.200 responden dipilih secara acak dari kumpulan sampel acak survei tatap muka langsung yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada rentang Maret 2018 hingga Maret 2020.

    Para responden diwawancarai via telepon. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Sampel berasal dari seluruh provinsi yang terdistribusi secara proporsional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.